Sahabat Kenang Dokter Icha Sosok yang Rajin dan Ramah ke Semua Orang
Jakarta - Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikir
Jakarta - Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Dunia kedokteran di Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah berduka. Seorang dokter muda bernama dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang akrab disapa Icha (27), ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, almarhumah diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri setelah mengalami tekanan psikologis berat akibat intimidasi yang diduga dilakukan oleh dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tenggara Utara (TTU).
Kepergian dokter Icha yang begitu mendadak menyisakan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan sahabat-sahabatnya. Mereka mengenang sosok almarhumah sebagai pribadi yang rajin, ceria, dan selalu ramah kepada siapa pun tanpa memandang latar belakang.
Kenangan Sahabat: Sosok Rajin dan Selalu Tersenyum
Salah satu sahabat dekat almarhumah, dr. Pito Jella, membagikan kenangannya tentang dokter Icha. Dalam perbincangan dengan media kami pada Senin (29/6/2026), dr. Pito mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalin persahabatan dengan almarhumah selama satu dekade penuh. Keduanya pertama kali bertemu saat menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, NTT, pada tahun 2016.
"Saya mengenal Icha sudah 10 tahun. Kami masuk Fakultas Kedokteran Undana bersama-sama di tahun 2016. Dari sejak mahasiswa sampai menjadi dokter, dia itu orangnya rajin sekali dan ramah ke semua orang. Tidak pernah pilih-pilih dalam berteman," ujar dr. Pito dengan nada penuh haru.
Semasa kuliah, kenang dr. Pito, almarhumah dikenal sebagai mahasiswa yang tekun dan selalu bersemangat dalam mengikuti perkuliahan. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan mudah bergaul dengan teman-teman dari berbagai angkatan. Sifatnya yang supel membuat dokter Icha disukai oleh banyak orang, baik di lingkungan kampus maupun di tempatnya bekerja setelah lulus.
"Dia itu tipikal orang yang kalau ketemu selalu menyapa lebih dulu, senyumnya nggak pernah hilang. Meskipun sedang banyak masalah, dia tetap berusaha terlihat baik-baik saja di depan teman-temannya. Mungkin itu yang membuat kami semua kaget dan tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini," tambah dr. Pito.
Duka Mendalam Dunia Kedokteran NTT
Kepergian dokter Icha tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga menjadi pukulan berat bagi komunitas kedokteran di NTT. Rekan-rekan sejawatnya menilai almarhumah sebagai tenaga medis yang berdedikasi tinggi dan memiliki kepedulian besar terhadap pasien yang ditanganinya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi meninggalnya dokter Icha. Sementara itu, kasus dugaan intimidasi yang melibatkan dua anggota DPRD Kabupaten TTU masih dalam penanganan pihak berwajib.
Bagi siapa pun yang merasa membutuhkan bantuan terkait kesehatan mental, jangan ragu untuk menghubungi layanan konseling profesional atau fasilitas kesehatan terdekat. Anda tidak sendiri.
Comments (0)