Purbaya Dapat Gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Nankai Usai Cari Utang di China
Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) di bidang Ekonomi dari Universitas Nankai, China. Penghargaan bergengsi ini diberikan di teng
Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) di bidang Ekonomi dari Universitas Nankai, China. Penghargaan bergengsi ini diberikan di tengah kunjungan kerja yang bertujuan mencari pembiayaan dan memperkuat kerja sama ekonomi bilateral, menandai pengakuan internasional atas kepemimpinan Indonesia dalam pengelolaan fiskal.
Menurut laporan yang diterima Beritadua.com, gelar kehormatan tersebut disematkan langsung oleh Presiden Universitas Nankai, Prof. Chen Yulu, setelah Purbaya menyampaikan kuliah umum mengenai kondisi makroekonomi dan prospek fiskal Indonesia di hadapan sivitas akademika kampus ternama itu pada pekan lalu. Pemberian gelar ini menjadi sorotan karena berlangsung bersamaan dengan misi krusial pemerintah untuk mencari alternatif pendanaan dan memperluas basis investor di tengah tekanan ekonomi global.
"Keputusan ini merupakan pengakuan atas kepemimpinan Anda yang luar biasa, kontribusi yang menonjol dalam bidang keuangan publik internasional, serta komitmen yang teguh terhadap pembangunan ekonomi dan stabilitas sektor keuangan di kawasan Asia Tenggara," ujar Chen Yulu dalam pernyataan resmi yang dikutip Beritadua.com, Rabu (24/6/2026).
Universitas Nankai, yang berlokasi di Tianjin, merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi paling prestisius di China dengan sejarah panjang mencetak para pemikir dan pemimpin ekonomi. Pemberian gelar profesor kehormatan kepada pejabat keuangan Indonesia menandakan eratnya hubungan kedua negara, khususnya di bidang ekonomi dan keuangan.
Kunjungan kerja Purbaya ke China sendiri disebut-sebut sebagai bagian dari upaya diversifikasi sumber pembiayaan pembangunan. Pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir memang kian agresif menjajaki kerja sama dengan negara-negara Asia Timur untuk mendukung berbagai proyek strategis nasional. Pengakuan dari dunia akademik China ini dinilai akan semakin membuka jalan bagi dialog kebijakan yang lebih mendalam antara Jakarta dan Beijing, terutama dalam menghadapi tantangan fiskal pasca-pandemi dan dinamika geopolitik yang memengaruhi aliran modal global.
Dengan gelar ini, Purbaya bergabung dengan deretan tokoh internasional yang mendapat pengakuan serupa dari universitas yang didirikan pada 1919 tersebut. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai dampak langsung dari penghargaan ini terhadap potensi investasi atau kerja sama keuangan yang sedang dinegosiasikan, namun sinyal positif ini diyakini akan memperkuat posisi Indonesia di mata mitra dagang utamanya.
Comments (0)