Penyelidikan Kematian Calon Dokter Spesialis di RSUP Kandou Libatkan Aparat Penegak Hukum

Kasus meninggalnya seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi di RSUP Prof Dr R D Kandou mendorong Kementerian Kesehatan mengambil langkah tegas. Penyelidikan atas peristiwa

Jul 08, 2026 - 08:52
0 0
Penyelidikan Kematian Calon Dokter Spesialis di RSUP Kandou Libatkan Aparat Penegak Hukum

Kasus meninggalnya seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi di RSUP Prof Dr R D Kandou mendorong Kementerian Kesehatan mengambil langkah tegas. Penyelidikan atas peristiwa tersebut kini melibatkan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas penyebab kematian.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Azhar Jaya, menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kasus ini. Pihaknya telah memerintahkan penghentian sementara seluruh kegiatan pembelajaran PPDS Anestesi di rumah sakit vertikal tersebut.

"Iya, ini sudah menjadi perhatian kami. Kami sudah minta di-stop dan dilakukan penyelidikan dengan melibatkan APH," ujar Azhar dalam keterangannya kepada media kami, Selasa (7/7/2026).

Penghentian Sementara Kegiatan Pendidikan

Kebijakan penghentian sementara program pendidikan ini diambil sebagai langkah perlindungan sekaligus memberikan ruang bagi proses investigasi berjalan transparan. Kemenkes tidak ingin ada intervensi atau gangguan terhadap pengumpulan fakta di lapangan.

Proses penyelidikan yang melibatkan aparat penegak hukum diharapkan mampu mengungkap secara gamblang kronologi dan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kematian calon dokter spesialis tersebut. Langkah ini juga menjadi sinyal kuat bahwa Kemenkes tidak mentoleransi segala bentuk pelanggaran atau kelalaian dalam sistem pendidikan kedokteran di Indonesia.

Hingga kini, laporan dari Beritadua.com menyebutkan bahwa tim gabungan masih bekerja mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak terkait, termasuk sesama peserta didik, tenaga pengajar, serta manajemen rumah sakit.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User