New Jersey — Pakar VAR: Wasit Rampok Penalti Mesir Lawan Argentina
Stadion MetLife di New Jersey menjadi saksi drama kontroversial yang mewarnai laga penyisihan Grup C Piala Dunia 2026 antara Mesir dan Argentina, Minggu ma
Stadion MetLife di New Jersey menjadi saksi drama kontroversial yang mewarnai laga penyisihan Grup C Piala Dunia 2026 antara Mesir dan Argentina, Minggu malam. Pertandingan yang berlangsung sengit itu berakhir imbang 1-1, namun keputusan wasit Benoît Millot menolak penalti bagi Mesir di menit ke-88 menuai kecaman luas. Kini, suara pakar VAR turut mempertegas bahwa perjuangan Mesir sejatinya telah dirampok oleh keputusan tersebut.
Kronologi Insiden di Akhir Laga
Mesir, yang tertinggal lebih dulu lewat penalti Lionel Messi di babak pertama, bangkit dan menyamakan skor melalui aksi Mohamed Salah. Saat pertandingan memasuki detik-detik krusial, umpan silang dari sisi kanan pertahanan Argentina mengenai lengan Nicolás Otamendi yang terangkat di dalam kotak 16. Para pemain Mesir langsung melancarkan protes keras, tetapi wasit Millot mengabaikannya. Yang lebih mengejutkan, wasit VAR, Jérôme Brisard, sama sekali tidak merekomendasikan tinjauan ulang (on-field review) atas insiden tersebut.
Kekecewaan yang mendalam langsung membuncah di kubu Mesir. Pelatih Rui Vitória terlihat berdebat sengit dengan ofisial keempat di pinggir lapangan, namun keputusan tetap final. Mesir harus puas dengan satu poin, kehilangan kesempatan emas untuk menaklukkan sang juara dunia di turnamen paling bergengsi.
Penilaian Para Pakar VAR: "Itu Jelas Penalti"
Sehari setelah pertandingan, mantan wasit papan atas FIFA yang kini menjadi analis VAR, Mark Clattenburg, memberikan penilaian tajam dalam program "Ref Watch". Ia secara tegas menyatakan bahwa Mesir layak mendapat hadiah penalti. Analisisnya menyebut bahwa tangan Otamendi berada dalam posisi tidak natural dan secara jelas menghalangi laju bola, yang mana memenuhi kriteria handball berdasarkan interpretasi terbaru Laws of the Game.
"Bola mengenai tangan yang menjauh dari tubuh, dan itu terjadi di kotak penalti. Saya tidak mengerti mengapa VAR tidak meminta wasit untuk meninjau ulang. Ini jelas penalti," ujar Clattenburg dengan nada kecewa.
Senada dengan Clattenburg, beberapa mantan wasit internasional turut menyayangkan keengganan VAR. Mereka menilai bahwa teknologi justru gagal menjalankan fungsinya pada momen paling genting. Hingga berita ini diturunkan, Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, belum memberikan respons resmi, namun tekanan publik agar insiden ini diinvestigasi terus mengalir.
Dampak Langsung bagi Langkah Mesir
Hasil imbang ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Mesir untuk melangkah ke babak 16 besar. Alih-alih mengantongi tiga poin sempurna, tambahan satu poin membuat posisi mereka di klasemen Grup C—yang juga dihuni tim kuat lain—menjadi rawan. Kekecewaan publik sepak bola Mesir pun seolah menjadi simbol bahwa upaya maksimal para pemain di lapangan dimentahkan begitu saja oleh keputusan yang dianggap janggal.
Pro dan Kontra Keputusan Penalti yang Dianulir
Insiden ini kembali membuka perdebatan hangat antara dua kubu analisis, yang masing-masing memiliki dasar argumentasi kuat.
Pro Keputusan Penalti (Mesir layak penalti):
- Lengan Otamendi membesar siluet tubuh, bukan gerakan alami saat melompat, dan bola langsung mengenai bagian tersebut di area terlarang.
- Pakar VAR konsisten menilai bahwa protokol intervensi "clear and obvious error" seharusnya sudah terpenuhi, sehingga kegagalan VAR untuk campur tangan dinilai sebagai kesalahan fatal.
Kontra Keputusan Penalti (Keputusan wasit dapat dibenarkan):
- Bola sempat memantul dari paha Otamendi sebelum mengenai lengannya; aturan handball terbaru memberikan pengecualian untuk defleksi dari bagian tubuh sendiri yang dekat.
- Wasit dan tim VAR kemungkinan menilai bahwa posisi tangan adalah konsekuensi dari lompatan alami tanpa maksud menghalau bola, sehingga tidak ada bukti yang cukup kuat untuk mengubah keputusan di lapangan.
Perbedaan tafsir ini kembali menegaskan betapa kompleksnya aturan handball modern dan betapa besar pengaruh sehelai keputusan VAR terhadap nasib sebuah tim di turnamen sekelas Piala Dunia.
Comments (0)