Penyebab Utama Dolar AS Kembali Tembus Rp 18.000 Menurut Bank Indonesia

Nilai tukar rupiah kembali bergerak liar terhadap dolar Amerika Serikat (AS), bahkan sempat menyentuh level psikologis Rp 18.000. Bank Indonesia (BI) pun buka suara mengenai faktor utama yang memicu t

Jul 08, 2026 - 08:35
0 0
Penyebab Utama Dolar AS Kembali Tembus Rp 18.000 Menurut Bank Indonesia
Nilai tukar rupiah kembali bergerak liar terhadap dolar Amerika Serikat (AS), bahkan sempat menyentuh level psikologis Rp 18.000. Bank Indonesia (BI) pun buka suara mengenai faktor utama yang memicu tekanan terhadap mata uang Garuda tersebut. Berdasarkan data perdagangan, pada sesi pagi ini, Selasa (7/7/2026), rupiah berada di posisi Rp 17.992 per dolar AS, melemah tipis 3 poin atau 0,02%. Namun, situasi sempat memanas sehari sebelumnya. Menjelang penutupan perdagangan Senin (6/7/2026), secara intraday rupiah sempat terperosok hingga menyentuh level Rp 18.000 per dolar AS. Bahkan, mata uang Paman Sam tercatat sempat menguat ke posisi Rp 18.009 sekitar pukul 14.12 WIB.

Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa gejolak yang dialami rupiah tidak terlepas dari kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed). Ia menyoroti hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,5% hingga 3,75% pada 17 Juni lalu. > "Walaupun suku bunga ditahan, pelaku pasar menangkap adanya sinyal kuat dari para pejabat The Fed bahwa suku bunga acuan masih akan terus naik ke depan," jelas Ramdan dalam keterangannya. Ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan inilah yang menjadi biang kerok pelemahan rupiah. Investor global cenderung mengalihkan portofolio mereka ke aset-aset berdenominasi dolar AS yang dinilai lebih menguntungkan seiring dengan potensi imbal hasil yang lebih tinggi. Aliran modal keluar ini secara langsung menekan nilai tukar negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Laporan media kami sebelumnya mencatat bahwa tekanan terhadap rupiah memang meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir seiring dengan sentimen global yang tidak menentu. BI menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar dan siap mengambil langkah stabilisasi yang diperlukan. Informasi selengkapnya mengenai dinamika pasar keuangan dapat Anda pantau melalui kanal ekonomi Beritadua.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User