Pemerintah Optimistis Kepercayaan Investor Asing Tetap Tinggi, Antrean Investasi Capai Rp 557 Triliun

Jakarta – Beritadua.com — Keyakinan terhadap fundamental ekonomi Indonesia kembali ditegaskan oleh pemerintah. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, memast

Jul 08, 2026 - 00:44
0 0
Pemerintah Optimistis Kepercayaan Investor Asing Tetap Tinggi, Antrean Investasi Capai Rp 557 Triliun

Jakarta – Beritadua.com — Keyakinan terhadap fundamental ekonomi Indonesia kembali ditegaskan oleh pemerintah. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, memastikan bahwa minat investor global untuk menanamkan modalnya di Tanah Air masih berada pada level yang sangat solid. Hal ini dibuktikan dengan membludaknya permintaan ekspansi di sejumlah kawasan andalan.

Susiwijono mengungkapkan bahwa geliat investasi ini memicu langkah strategis dari pengelola tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis manufaktur terbesar di Indonesia. Ketiga kawasan tersebut secara bersamaan mengajukan permohonan perluasan lahan. Langkah ekspansif ini bukan tanpa sebab, melainkan didorong oleh panjangnya antrean calon investor asing yang ingin segera merealisasikan rencana bisnisnya di Indonesia.

Perluasan Lahan di Tiga Kawasan Utama

Ketiga KEK yang menjadi magnet utama investasi manufaktur tersebut meliputi KEK Gresik di Jawa Timur, KEK Kendal di Jawa Tengah, dan KEK Galang Batang yang berlokasi di Bintan, Kepulauan Riau. “Dari sekian banyak KEK, tiga KEK manufaktur terbesar ini, mulai dari Gresik, Kendal, hingga Galang Batang di Bintan, ketiganya kompak mengajukan perluasan lahan,” jelas Susiwijono saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).

Permohonan penambahan area ini menjadi cerminan nyata bahwa minat pasar terhadap kawasan industri Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Dengan total nilai investasi yang siap digelontorkan mencapai Rp 557 triliun, angka ini menjadi katalis positif bagi target pertumbuhan ekonomi nasional. Angka fantastis tersebut merupakan akumulasi dari potensi penanaman modal yang tengah mengantre di berbagai sektor, khususnya yang terpusat di kawasan-kawasan ekonomi khusus tersebut.

Sinyalemen positif ini sekaligus mematahkan keraguan terhadap daya saing Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Tingginya permintaan ekspansi lahan mengindikasikan bahwa investor tidak hanya melirik Indonesia sebagai basis produksi jangka pendek, melainkan sebagai hub manufaktur strategis jangka panjang.

Pemerintah menilai, keberhasilan KEK dalam menarik minat korporasi global tidak terlepas dari penyediaan infrastruktur yang memadai serta kepastian regulasi pemberian insentif fiskal. Ketiga kawasan tersebut dinilai berhasil menciptakan ekosistem bisnis yang kompetitif sehingga mampu bersaing dengan kawasan sejenis di negara tetangga.

Dengan adanya perluasan lahan ini, kapasitas produksi nasional diproyeksikan akan meningkat signifikan. Lebih dari itu, efek domino berupa penciptaan lapangan kerja baru bagi ratusan ribu tenaga kerja lokal menjadi nilai tambah yang tak ternilai. Laporan terbaru yang dihimpun media kami menunjukkan bahwa mayoritas investor yang mengantre berasal dari sektor teknologi tinggi, energi baru terbarukan, dan industri padat karya.

Pemerintah melalui Kemenko Perekonomian menyatakan komitmennya untuk mengawal percepatan realisasi investasi ini. Upaya debottlenecking atau pemecahan hambatan regulasi terus dilakukan agar antrean panjang tersebut dapat segera dikonversi menjadi aktivitas ekonomi riil yang berkontribusi langsung pada penerimaan negara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yudi-kurniawan

Editor Politik. Editor dinamika politik dan kekuasaan.

Comments (0)

User