Menuju Kota Global, Jakarta Bersolek dari Rasuna Said hingga Dukuh Atas

Perayaan hari jadi ke-499 menjadi momen refleksi sekaligus aksi nyata bagi Ibu Kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak hanya menggelar seremoni, tetapi juga memusatkan perhatian pada pembenahan f

Jul 08, 2026 - 00:11
0 0
Menuju Kota Global, Jakarta Bersolek dari Rasuna Said hingga Dukuh Atas

Perayaan hari jadi ke-499 menjadi momen refleksi sekaligus aksi nyata bagi Ibu Kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak hanya menggelar seremoni, tetapi juga memusatkan perhatian pada pembenahan fisik ruang kota yang masif. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas infrastruktur dan kenyamanan pejalan kaki di sejumlah titik vital segitiga emas. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar menyambut usia setengah abad Jakarta dan memantapkan posisinya sebagai kota global yang kompetitif.

Transformasi Wajah Rasuna Said

Salah satu etalase pembenahan yang paling disorot adalah penataan Jalan H.R. Rasuna Said, kawasan diplomatik dan bisnis utama di Kuningan. Berdasarkan laporan tim di lapangan, perubahan signifikan langsung terasa begitu memasuki kawasan tersebut. Trotoar yang sebelumnya sempit dan dipenuhi kendaraan parkir liar kini jauh lebih lapang. Pemerintah provinsi memperlebar jalur pejalan kaki dan melengkapinya dengan material paving yang lebih estetik serta jalur pemandu bagi penyandang disabilitas. Penataan ini tidak hanya bersifat kosmetik, tetapi juga mengubah hierarki ruang jalan menjadi lebih humanis. Area yang tadinya gelap dan tidak terawat kini dilengkapi dengan pencahayaan yang lebih terang, bangku-bangku taman, serta vegetasi yang meneduhkan. Transformasi ini diharapkan mampu mendorong budaya berjalan kaki di kalangan pekerja dan warga yang beraktivitas di koridor tersebut.

Pencanangan Simbol Konektivitas Modern

Tidak berhenti di Rasuna Said, pembenahan juga menyentuh pusat transit utama di Dukuh Atas. Gubernur secara resmi mencanangkan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas, sebuah proyek yang digadang-gadang menjadi simbol konektivitas antarmoda. Infrastruktur ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai moda transportasi massal seperti MRT, LRT, KRL Commuter Line, dan Transjakarta secara mulus dan nyaman. Kehadiran dek pejalan kaki ini menjawab keluhan para komuter yang kerap kesulitan berpindah moda karena terik matahari dan hujan. Nantinya, kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang transit, tetapi juga diorientasikan sebagai ruang interaksi publik yang hidup. Konsep pengembangan kawasan berorientasi transit ini menandai pergeseran paradigma pembangunan dari yang semula berpusat pada kendaraan pribadi menuju mobilitas publik yang terintegrasi.

Keberlanjutan di Pundak Warga

Meski pembangunan fisik menjadi sangat terlihat, Pemprov DKI menekankan bahwa kemajuan kota tidak boleh hanya bertumpu pada beton dan baja. Dalam rangkaian perayaan tersebut, pemerintah juga meluncurkan gerakan pilah sampah secara masif untuk mendorong keberlanjutan. Pelibatan warga dianggap sebagai inti dari seluruh upaya ini. Menurutnya, infrastruktur terbaik sekalipun akan sia-sia tanpa partisipasi aktif dari masyarakat untuk merawatnya. Pesan ini disampaikan secara tegas oleh Gubernur DKI Jakarta.

"Jakarta yang maju bukan hanya dibangun oleh pemerintah, tetapi dijaga bersama oleh seluruh warganya," ujar Pramono melalui keterangan tertulis yang diterima media kami, Sabtu (20/6/2026).

Ia menegaskan bahwa perubahan perilaku hidup bersih dan tertib adalah pondasi yang tak terpisahkan dari modernisasi kota. Dengan perpaduan antara pembangunan trotoar megah dan kesadaran memilah sampah dari rumah, Jakarta mencoba merumuskan wajah barunya: sebuah kota modern yang tetap bersih, inklusif, dan manusiawi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
arif-budianto

Editor Ekonomi. Editor analisis pasar dan bisnis.

Comments (0)

User