[LONDON] — Bellingham Samai Rekor Maradona, Inggris Bungkam Meksiko
Tim nasional Inggris mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2030 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Meksiko di Stadion Wembley, Sabtu dini hari WIB.
Tim nasional Inggris mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2030 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Meksiko di Stadion Wembley, Sabtu dini hari WIB. Namun sorotan utama bukan sekadar tiga poin perdana itu—melainkan torehan Jude Bellingham yang sukses menyamai rekor legendaris Diego Maradona sebagai pencetak gol di lima pertandingan fase grup Piala Dunia secara beruntun.
Babak Pertama: Dominasi sejak Peluit Awal
Inggris langsung mengambil inisiatif serangan begitu wasit meniup peluit. Filosofi sepak bola proaktif ala pelatih baru mereka terlihat dari pressing tinggi yang diterapkan tiga pemain depan, membuat lini pertahanan Meksiko kelimpungan sejak menit-menit pembuka.
- Menit 7 – Peluang emas pertama datang melalui sundulan Harry Kane yang membentur tiang gawang setelah memanfaatkan crossing akurat Bukayo Saka dari sisi kanan. Kiper Meksiko, Guillermo Ochoa Jr., sudah mati langkah.
- Menit 23 – Gol pembuka akhirnya tercipta. Bellingham menusuk dari lini kedua, menerima umpan satu-dua dengan Phil Foden, lalu melepaskan tembakan melengkung ke sudut kiri atas gawang. Wembley bergemuruh. Gol ini menjadi gol kelima Bellingham secara beruntun di fase grup Piala Dunia, menyamai catatan Maradona yang mencetak gol di lima pertandingan grup pada rentang 1982–1986.
- Menit 38 – Meksiko nyaris membalas melalui sepakan spekulatif Santiago Giménez dari jarak 25 meter, namun arah bola masih melambung tipis di atas mistar gawang Aaron Ramsdale.
Babak Kedua: Inggris Genggam Kendali Penuh
Memasuki paruh kedua, intensitas permainan Inggris justru meningkat. Meksiko tampak kelelahan dan tidak mampu mengimbangi kecepatan transisi permainan The Three Lions. Statistik penguasaan bola pada 15 menit awal babak kedua memperlihatkan dominasi total: Inggris mencatatkan 68% penguasaan bola dengan 7 tembakan tepat sasaran berbanding 1 milik Meksiko.
- Menit 58 – Keunggulan Inggris berlipat menjadi 2-0 lewat aksi individu Phil Foden. Pemain Manchester City itu melakukan dribel melewati dua bek Meksiko di area kotak penalti sebelum melepaskan tendangan datar yang gagal dijangkau kiper. Foden menunjukkan ketajaman yang selama ini menjadi ciri khasnya di level klub.
- Menit 72 – Pelatih Inggris memasukkan Marcus Rashford dan Cole Palmer untuk menyegarkan lini serang. Masuknya dua pemain ini langsung menambah dinamika permainan, dengan Rashford beberapa kali merepotkan pertahanan Meksiko melalui sprint di sisi kiri.
- Menit 84 – Gol penutup hadir melalui titik putih. Pelanggaran terhadap Palmer di kotak penalti memaksa wasit menunjuk titik putih. Harry Kane yang menjadi algojo tak menyia-nyiakan kesempatan, menceploskan bola ke tengah gawang dan mengubah skor menjadi 3-0. Kane kini telah mencetak 65 gol internasional, hanya berjarak dua gol dari rekor Wayne Rooney sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Inggris.
Rekor Bellingham dalam Sorotan Sejarah
Catatan lima gol beruntun di fase grup Piala Dunia menempatkan Bellingham sejajar dengan Maradona—sebuah prestasi yang sebelumnya dianggap nyaris mustahil tersentuh. Rekor Maradona dibukukan dalam dua edisi Piala Dunia terpisah: gol ke Hungaria dan Belgia di 1982, lalu ke Korea Selatan, Italia, dan Bulgaria di 1986. Sementara Bellingham menorehkannya dalam tiga edisi Piala Dunia berbeda: satu gol di 2022, dua gol di 2026, dan kini dua gol di 2030, menunjukkan konsistensi luar biasa sejak debut Piala Dunianya di usia 19 tahun.
"Jude seperti punya insting alami untuk tampil di momen-momen besar. Saya tidak terkejut dengan rekor ini karena saya melihat cara ia bekerja setiap hari," ujar pelatih Inggris selepas pertandingan. Media Inggris pun ramai menyebut Bellingham sebagai "warisan sejati nomor 10 Inggris" yang selama bertahun-tahun menjadi topik perdebatan tanpa jawaban pasti.
Implikasi bagi Grup dan Laga Selanjutnya
Dengan kemenangan ini, Inggris memuncaki klasemen sementara Grup E dengan tiga poin dan selisih gol +3. Meksiko berada di posisi juru kunci sementara bersama Paraguay yang di laga lain bermain imbang tanpa gol melawan Australia. Pertandingan Inggris berikutnya adalah melawan Australia, 18 Juni, di mana kemenangan akan memastikan tiket ke babak gugur tanpa perlu menunggu hasil pertandingan ketiga.
Sementara itu, pertanyaan tentang seberapa jauh Bellingham bisa mencetak rekor baru terus bergulir. Andai mencetak gol lagi di laga berikutnya, gelandang Real Madrid itu akan menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mencetak gol di enam pertandingan fase grup Piala Dunia secara beruntun—sebuah rekor yang akan sepenuhnya menjadi miliknya sendiri, melampaui legenda Argentina.
Pro: Bellingham menunjukkan konsistensi kelas dunia yang langka untuk pesepakbola seusianya, memperkuat statusnya sebagai pemain kunci Inggris dan wajah baru sepak bola global setara Maradona di era modern.
Kontra: Membandingkan rekor fase grup semata mengabaikan kontribusi Maradona di fase gugur yang legendaris (1986), serta berisiko menciptakan beban ekspektasi berlebihan pada Bellingham yang masih berusia 26 tahun.
Comments (0)