Latumenten Jakbar Macet hingga Tengah Malam, Warga Harap Flyover Jadi Solusi

Kemacetan di Jalan Prof Dr Latumenten, Jakarta Barat—tepatnya di sekitar Stasiun Grogol—telah menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga dan pengendara yang melintas. Berdasarkan pantauan langsun

Jul 06, 2026 - 13:00
0 0
Latumenten Jakbar Macet hingga Tengah Malam, Warga Harap Flyover Jadi Solusi

Kemacetan di Jalan Prof Dr Latumenten, Jakarta Barat—tepatnya di sekitar Stasiun Grogol—telah menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga dan pengendara yang melintas. Berdasarkan pantauan langsung Beritadua.com, kepadatan lalu lintas di ruas jalan ini tidak hanya terjadi pada jam sibuk pagi dan sore, tetapi sering kali berlanjut hingga melewati pukul 23.00 WIB. Antrean kendaraan yang mengular dari berbagai arah membuat waktu tempuh pengendara membengkak hingga dua kali lipat dari kondisi normal.

Hanya Sepi Lewat Tengah Malam

Salah satu pengemudi ojek online, Hotman, menggambarkan kemacetan di Jalan Latumenten sebagai rutinitas yang nyaris tak terhindarkan. Ia sudah hafal pola lalu lintas di kawasan tersebut: pagi padat, siang semakin menumpuk, dan malam hari masih diisi oleh klakson serta deru mesin yang tak bergerak.

"Kalau nggak macet malem doang, jam 1 malem," ujarnya saat ditemui di kawasan pembangunan proyek flyover Latumenten, Sabtu (4/7/2026).

Hotman menuturkan, para pengemudi ojek online sering kali harus memutar otak mencari jalan alternatif. Namun, karena posisi Jalan Latumenten sebagai jalur utama penghubung antara Jakarta Barat dan Jakarta Pusat, pilihan rute memutar justru sering menambah waktu perjalanan. "Mau lewat mana lagi? Semua juga sama macetnya kalau di sini," tambahnya.

Flyover Jadi Tumpuan Harapan

Proyek flyover Latumenten yang kini tengah berlangsung menjadi sorotan dan harapan utama warga. Jalur layang ini didesain untuk mengurai titik rawan kemacetan di perempatan dan simpang yang selama ini menjadi biang antrean panjang. Dari laporan yang dihimpun Beritadua.com, konstruksi telah memasuki tahap pemasangan tiang utama dan pembangunan badan jalan layang. Kontraktor pelaksana menargetkan proyek dengan panjang sekitar 1,2 kilometer ini dapat rampung dalam dua tahun ke depan dengan anggaran yang bersumber dari APBD DKI Jakarta.

Meski saat ini area proyek justru mempersempit ruas jalan dan tak jarang menambah kekusutan lalu lintas, warga tetap menyambut positif pembangunan tersebut. Mereka menilai bahwa gangguan sementara ini sepadan dengan kelancaran jangka panjang yang dijanjikan.

Surti, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Grogol, menceritakan bagaimana kemacetan memengaruhi aktivitas belanja dan mobilitas hariannya. "Biasanya anak-anak antar-jemput sekolah jadi lama, kadang saya harus titip tetangga karena khawatir telat. Kalau flyover sudah jadi, pasti lebih enak," katanya kepada Beritadua.com.

Dampak Ekonomi yang Mulai Terasa

Tidak hanya mobilitas warga, kemacetan di Jalan Latumenten turut memukul aktivitas ekonomi setempat. Ratna (42), pedagang makanan di sekitar lokasi proyek, mengeluhkan omzet warungnya yang menurun hingga 30 persen selama beberapa bulan terakhir. Ia menduga calon pembeli enggan berhenti di tengah kemacetan yang melelahkan. Ratna berharap pengerjaan flyover dapat dipercepat, terutama pada jam-jam yang tidak terlalu mengganggu aktivitas usahanya.

"Biasanya pembeli mampir kalau lewat, sekarang pada menghindar karena macet. Semoga flyover cepat jadi," ujar Ratna.

Di sisi lain, pengguna jalan, Andi (27), seorang pekerja kantoran di Jakarta Pusat, sering terlambat masuk kerja karena terperangkap di ruas Latumenten. "Kadang saya harus berangkat lebih awal dua jam, tapi tetap bisa telat kalau lagi parah. Capek, tapi mau bagaimana lagi," ucapnya kepada Beritadua.com.

Dengan segala keluhan dan harapan yang disampaikan warga, keberadaan flyover Latumenten dinilai sebagai solusi paling realistis untuk membedah simpul kemacetan kronis di kawasan tersebut. Beritadua.com akan terus memantau perkembangan proyek ini dan dampaknya bagi mobilitas warga Jakarta Barat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
mega-lestari

Reporter Internasional. Reporter isu internasional dan geopolitik.

Comments (0)

User