Genjot Produksi Pangan, Sumut Percepat Tanam Padi Demi Kejar Target Panen Beras
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggencarkan percepatan tanam padi di berbagai wilayah sentra produksi. Langkah strategis ini ditempuh sebagai upaya mengamankan stok pangan daerah sekalig
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggencarkan percepatan tanam padi di berbagai wilayah sentra produksi. Langkah strategis ini ditempuh sebagai upaya mengamankan stok pangan daerah sekaligus berkontribusi aktif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Gerakan tanam serentak ini menyasar lahan-lahan potensial yang belum tergarap optimal pasca panen sebelumnya.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami di lapangan, program akselerasi ini melibatkan sinergi antara Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, jajaran TNI, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta kelompok tani setempat. Mereka bergerak cepat memanfaatkan momentum ketersediaan air di awal musim tanam untuk mengejar indeks pertanaman (IP) padi yang lebih tinggi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut menjelaskan bahwa percepatan tanam ini menyasar area persawahan dengan irigasi teknis yang memadai di kabupaten/kota seperti Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat, dan Simalungun.
Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan seluruh elemen petani menjadi kunci keberhasilan program ini. Kami menargetkan percepatan tanam di areal seluas puluhan ribu hektare untuk mengamankan produksi beras Sumut,
ungkapnya.
Dukungan Alsintan dan Benih Unggul
Untuk menunjang percepatan olah tanah dan tanam, pemerintah daerah menggelontorkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) modern. Traktor roda empat dan roda dua, mesin tanam (transplanter), serta pompa air disalurkan langsung kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan). Modernisasi pertanian ini diharapkan mampu memangkas waktu tanam secara signifikan, dari yang semula memakan waktu berminggu-minggu menjadi hanya beberapa hari.
Tidak hanya itu, varietas padi unggul berumur pendek dan berproduktivitas tinggi seperti Inpari 32 dan Ciherang menjadi pilihan utama yang ditebar. Varietas ini dinilai tahan terhadap serangan hama penyakit utama serta mampu beradaptasi dengan kondisi agroklimat Sumut. Dukungan sarana produksi seperti pupuk bersubsidi pun dipastikan tersedia sesuai dengan alokasi dan kebutuhan petani melalui sistem kartu tani yang berjalan.
Pantauan Beritadua.com di lokasi tanam, para petani tampak antusias menyambut program ini. Meski demikian, sejumlah petani menyuarakan harapan agar pasokan air irigasi tetap stabil hingga masa panen tiba, mengingat ancaman fenomena cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu siklus tanam.
Dengan gelontoran berbagai program percepatan ini, Sumut optimistis dapat melampaui target kontribusi produksi beras untuk memenuhi kebutuhan pangan regional dan membantu stabilisasi pasokan serta harga beras di tingkat nasional. Program ini merupakan bagian dari peta jalan ketahanan pangan Sumut dalam menghadapi dinamika pangan global.
Comments (0)