Data Ngeri Korban Jiwa Imbas Gempa Kembar Venezuela

Jakarta - Korban jiwa akibat gempa kembar dengan kekuatan dahsyat yang mengguncang Venezuela dilaporkan terus bertambah. Kini, proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan di tengah ket

Jul 08, 2026 - 05:26
0 0
Data Ngeri Korban Jiwa Imbas Gempa Kembar Venezuela

Jakarta - Korban jiwa akibat gempa kembar dengan kekuatan dahsyat yang mengguncang Venezuela dilaporkan terus bertambah. Kini, proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan di tengah keterbatasan akses dan kerusakan infrastruktur yang luas.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, Sabtu (27/6/2026), gempa kembar Venezuela terjadi pada Rabu (24/6) sore waktu setempat. Gempa pertama berkekuatan magnitudo (M) 7,2 dan gempa kedua guncangannya lebih kuat, yaitu M 7,5. Kedua gempa besar ini terjadi dalam selang waktu singkat dan menghantam wilayah pesisir utara Venezuela, terutama di sekitar Teluk Cariaco dan Semenanjung Paria.

Pusat Seismologi Nasional Venezuela mencatat bahwa gempa pertama terjadi pada pukul 14.38 waktu setempat, disusul gempa kedua sekitar 45 menit kemudian. Kedalaman gempa yang dangkal, kurang dari 15 kilometer, membuat guncangan terasa sangat kuat dan merusak hingga ke negara-negara tetangga, termasuk Trinidad dan Tobago serta Kolombia.

Tim penyelamat gabungan dari militer, pemadam kebakaran, dan sukarelawan lokal masih terus berupaya menjangkau daerah-daerah terisolasi. Banyak desa di pegunungan dan pesisir yang hanya bisa diakses melalui jalur udara atau laut karena jembatan dan jalan utama putus akibat longsor dan retakan tanah.

“Prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan. Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang ada dan membuka akses bagi bantuan internasional,” ujar Menteri Dalam Negeri Venezuela, Pedro Márquez, dalam konferensi pers di Caracas, Jumat (26/6) malam.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setempat melaporkan bahwa sekitar 285.000 warga terdampak langsung oleh gempa kembar ini. Sebagian besar kehilangan tempat tinggal dan kini ditampung di lebih dari 200 titik pengungsian darurat yang tersebar di negara bagian Sucre, Nueva Esparta, dan Anzoátegui. Rumah sakit di kota-kota terdampak juga kewalahan menangani gelombang pasien luka-luka, sementara stok obat dan peralatan medis semakin menipis.

Hingga Sabtu pagi, jumlah korban tewas yang terkonfirmasi mencapai 847 orang, dengan ribuan lainnya mengalami luka ringan hingga berat. Namun, otoritas setempat memperingatkan bahwa angka ini kemungkinan masih akan bertambah signifikan seiring tim penyelamat berhasil menembus daerah-daerah yang sebelumnya terputus.

Badan Geologi Venezuela mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih terjadi. Dalam kurun waktu kurang dari 72 jam pascagempa utama, sedikitnya 300 gempa susulan tercatat, beberapa di antaranya berkekuatan di atas M 5,0. Aktivitas seismik yang tinggi ini memaksa tim penyelamat untuk terus mengevakuasi warga dari bangunan yang sudah rapuh.

Bantuan internasional mulai berdatangan dari berbagai negara. Palang Merah Internasional dan PBB telah mengirim tim kemanusiaan serta pasokan darurat seperti tenda, selimut, makanan, dan air bersih. Pemerintah Venezuela juga membuka posko krisis di Caracas untuk mengoordinasikan distribusi bantuan dan penerimaan donasi dari publik.

Sementara itu, para ahli seismologi dari Universitas Central Venezuela memperingatkan bahwa aktivitas tektonik di sepanjang Patahan El Pilar yang membentang di utara negara itu masih berpotensi memicu gempa-gempa besar lainnya dalam waktu dekat. Mereka mengimbau agar seluruh bangunan publik dan permukiman di zona rawan gempa segera dievaluasi ketahanannya guna mengurangi risiko di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yudi-kurniawan

Editor Politik. Editor dinamika politik dan kekuasaan.

Comments (0)

User