Biden Kritik Keras Trump, Sebut Pecundang Korup yang Narsis

Mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden kembali menunjukkan ketegasannya dalam mengkritik kepemimpinan penggantinya di Gedung Putih. Dalam sebuah pidato yang menggemparkan, Biden melontarkan serang

Jul 08, 2026 - 05:21
0 0
Biden Kritik Keras Trump, Sebut Pecundang Korup yang Narsis

Mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden kembali menunjukkan ketegasannya dalam mengkritik kepemimpinan penggantinya di Gedung Putih. Dalam sebuah pidato yang menggemparkan, Biden melontarkan serangan verbal yang tajam terhadap Presiden Donald Trump. Pernyataan tersebut menjadi salah satu kritik terbuka dan paling keras yang disampaikan oleh Biden sejak menyerahkan kursi kepresidenan kepada Trump.

Dalam kesempatan tersebut, Biden secara gamblang menyebut Trump sebagai "pecundang" yang selain korup juga memiliki sifat narsis. Menurutnya, Trump terbukti tidak kompeten dalam memimpin negara adidaya tersebut. Kritikan pedas itu tak main-main, sebab Biden secara terang-terangan menggambarkan sosok Trump sebagai pemimpin yang angkuh dan penuh dengan perilaku tidak terpuji selama menjalankan roda pemerintahan.

"Pecundang yang korup, narsis, dan tidak kompeten," demikian gambaran yang dipakai Biden untuk menggambarkan Trump di hadapan para pendukungnya.

Peristiwa tersebut berlangsung dalam acara penggalangan dana untuk Partai Demokrat di Maryland pada Sabtu (27/6) malam waktu setempat. Kehadiran Biden dalam acara tersebut bukan sekadar untuk mengumpulkan dukungan finansial, tetapi juga menjadi momentum politik untuk menegaskan posisinya sebagai oposisi yang kritis terhadap kebijakan-kebijakan Trump yang dinilai merugikan bangsa Amerika Serikat.

Menariknya, serangan ini datang sekitar dua tahun setelah keduanya terlibat dalam debat capres yang sengit untuk pemilihan umum 2024. Debat tersebut pada akhirnya berujung pada keputusan besar Biden untuk mundur dari pencapresan, membuka jalan bagi Trump untuk kembali menduduki kursi kepresidenan. Namun, tampaknya waktu selama dua tahun tersebut tidak luntur membuat Biden meredam kekesalannya terhadap sang rival politiknya itu.

Seperti dilaporkan Beritadua.com, pidato Biden di Maryland menandakan bahwa perseteruan politik antara kedua tokoh penting Partai Demokrat dan Partai Republik tersebut masih jauh dari kata usai. Kritikan tersebut juga menegaskan bahwa Biden tetap aktif dalam kancah politik pasca-kepresidenannya, siap mengawal dan menantang setiap langkah Trump yang dianggap menyimpang dari nilai-nilai demokrasi Amerika Serikat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lukman-hakim

Editor Analisis. Editor analisis mendalam isu publik.

Comments (0)

User