Berkomitmen memperkuat arus investasi dan relokasi industri, Himpunan Kawasan Industri (HKI) resmi membuka kantor perwak
Dilaporkan langsung dari sela-sela APEC SME Business Forum 2026 di Shenzhen pada 23–25 Juni 2026, media kami mengonfirmasi bahwa kehadiran kantor perwakilan itu bertujuan membangun jembatan kerja s
Dilaporkan langsung dari sela-sela APEC SME Business Forum 2026 di Shenzhen pada 23–25 Juni 2026, media kami mengonfirmasi bahwa kehadiran kantor perwakilan itu bertujuan membangun jembatan kerja sama kawasan industri yang lebih konkret antara kedua negara. Wakil Ketua HKI Bidang Perhubungan, Logistik, dan Kawasan Industri Spesifik, Adi Saputra Tedja Surya, yang juga merangkap sebagai Direktur Utama PT Makmur Berkah Amanda Tbk (AMAN), menegaskan pentingnya transformasi fundamental dalam konsep kawasan industri modern.
"Kawasan industri di era modern tidak boleh lagi bergerak secara eksklusif hanya untuk industri skala besar. Kita harus menciptakan sebuah ekosistem di mana korporasi besar dan UKM dapat hidup berdampingan secara simbiotik,"
Pernyataan Adi yang dirilis pada Jumat (3/7/2026) ini menyoroti pergeseran paradigma yang diusung HKI. Alih-alih membangun zona industri yang tertutup dan hanya mengakomodasi pabrik-pabrik raksasa, asosiasi tersebut mendorong terciptanya ruang kolaboratif yang memungkinkan rantai pasok lokal – terutama usaha kecil dan menengah – terintegrasi langsung dengan jaringan produksi perusahaan multinasional asal China.
Langkah membuka perwakilan di Shenzhen dipandang tepat karena kota tersebut merupakan pusat manufaktur dan teknologi global yang menjadi basis banyak perusahaan yang tengah gencar melakukan ekspansi atau diversifikasi rantai pasok ke Asia Tenggara. Media kami memahami bahwa inisiatif ini diharapkan tidak sekadar menarik modal, melainkan juga mendorong transfer teknologi dan peningkatan kapasitas UKM nasional agar naik kelas dan mampu bersaing di pasar regional.
APEC SME Business Forum 2026 menjadi panggung yang relevan bagi HKI untuk menyuarakan visi tersebut mengingat forum itu mempertemukan para pembuat kebijakan, pemilik modal, dan pelaku UMKM dari berbagai negara anggota APEC. Dalam forum tersebut, Adi menekankan bahwa model kawasan industri masa depan harus mampu menjawab tantangan inklusivitas, di mana rantai nilai tidak hanya dikuasai segelintir pemain besar, tetapi memberi akses nyata kepada pengusaha kecil untuk tumbuh bersama.
Dengan terbukanya kantor perwakilan ini, HKI menargetkan terciptanya jalur komunikasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan investor China yang berminat membangun basis produksi di Indonesia, sekaligus memastikan bahwa investasi yang masuk berkontribusi langsung pada penguatan ekosistem industri dalam negeri.
Comments (0)