Kontroversi VAR Mewarnai Kemenangan Argentina atas Mesir

Perjalanan Argentina ke perempat final Piala Dunia 2026 diwarnai kontroversi penggunaan Video Assistant Referee (VAR) dalam laga dramatis melawan Mesir. Ke

Jul 08, 2026 - 14:11
0 0
Kontroversi VAR Mewarnai Kemenangan Argentina atas Mesir

Perjalanan Argentina ke perempat final Piala Dunia 2026 diwarnai kontroversi penggunaan Video Assistant Referee (VAR) dalam laga dramatis melawan Mesir. Kemenangan 3–2 yang diraih Albiceleste setelah babak perpanjangan waktu tidak lepas dari sejumlah keputusan krusial yang memicu perdebatan sengit di kalangan pemain, pelatih, dan pengamat sepak bola global. Pertandingan di Stadion Hard Rock, Miami Gardens, pada 2 Juli 2026 itu memunculkan pertanyaan tentang konsistensi penerapan teknologi dalam olahraga paling populer dunia.

Babak Pertama: Gol Cepat yang Dianulir

Argentina menggebrak sejak menit awal melalui serangan cepat dari sisi kiri. Namun, euforia pendukung mereka hanya bertahan sejenak.

  1. Menit 12: Julián Álvarez mencetak gol memanfaatkan umpan terobosan Lionel Messi. Wasit menunjuk tengah lapangan, tetapi VAR segera mengintervensi. Setelah peninjauan selama 2 menit 47 detik, gol dianulir karena ujung jari kaki Álvarez dinilai berada dalam posisi offside sebesar 3,2 sentimeter berdasarkan garis semi‑otomatis.
  2. Menit 28: Mesir membalas melalui tendangan keras Mohamed Salah dari luar kotak penalti. Bola membentur tiang, tetapi wasit tidak meminta tinjauan VAR atas potensi pelanggaran terhadap bek Argentina dalam proses penguasaan bola sebelumnya.

Babak Kedua: Penalti Penyelamat dan Dugaan Handball

Tertinggal 0–1 hingga menit ke‑60, Argentina meningkatkan tekanan. Momentum berubah cepat setelah insiden di kotak penalti Mesir.

  1. Menit 67: Umpan silang Enzo Fernández mengenai lengan bek Mesir, Ahmed Hegazi. Wasit awalnya tidak memberikan penalti, tetapi VAR memanggilnya untuk on‑field review. Tayangan ulang memperlihatkan lengan Hegazi menjauh dari tubuh meskipun bola datang dari jarak dekat. Setelah meninjau lebih dari tiga menit, wasit menunjuk titik putih. Messi mengeksekusi dengan tenang dan menyamakan skor 1–1.
  2. Menit 81: Argentina kembali diuntungkan keputusan VAR ketika gol kedua Mesir oleh Omar Marmoush dianulir karena pelanggaran ringan terhadap kiper Emiliano Martínez dalam situasi sepak pojok. Analisis pasca‑pertandingan menunjukkan kontak minimal terjadi 0,3 detik sebelum bola ditepis.

Perpanjangan Waktu: Kartu Merah dan Gol Kemenangan

Kedua tim sama kuat 2–2 di waktu normal setelah gol-gol cepat terjadi di menit-menit akhir. Perpanjangan waktu menjadi panggung bagi kontroversi paling menentukan.

  1. Menit 105+1: Bek Mesir, Rami Rabia, melakukan tekel keras terhadap Nicolás González. Wasit hanya memberikan kartu kuning. VAR kembali mengintervensi dan merekomendasikan review untuk pelanggaran serius. Setelah meninjau tayangan, wasit mengubah keputusannya menjadi kartu merah langsung. Keputusan ini memicu protes keras karena Rabia dinilai lebih dahulu mengenai bola.
  2. Menit 118: Argentina memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Sebuah tendangan bebas Messi membentur pagar betis dan menghasilkan gol ketiga yang dikonfirmasi oleh teknologi garis gawang. Namun, rekaman alternatif menunjukkan adanya potensi pelanggaran terhadap pemain Mesir oleh bek Argentina sebelum tendangan bebas diberikan.

Pertandingan berakhir 3–2 untuk Argentina. Tim asuhan Lionel Scaloni melaju ke perempat final, sementara Mesir angkat koper dengan rasa pahit atas keputusan-keputusan yang dianggap merugikan mereka.

Pro:
  • VAR menganulir gol offside milimeter yang tidak terlihat mata telanjang, menjaga integritas peraturan.
  • Tinjauan penalti memastikan hukuman diberikan atas handball yang melanggar posisi natural lengan.
  • Kartu merah bagi pelanggaran serius menegakkan keselamatan pemain, meskipun awalnya luput oleh wasit lapangan.
Kontra:
  • Durasi peninjauan yang lama (total lebih dari 7 menit) menghentikan ritme pertandingan dan mengurangi hiburan.
  • Konsistensi buruk: gol kedua Mesir dianulir atas kontak minimal, sementara gol ketiga Argentina lolos meski ada indikasi pelanggaran sebelumnya.
  • Keputusan offside 3,2 cm dianggap kontroversial karena margin error teknologi garis semi‑otomatis mencapai 2–4 cm, sehingga keabsahannya tidak absolut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User