Balita Disandera Paman Pakai Pisau di Sultra, Momen Penyelamatannya Menegangkan

Insiden penyanderaan yang melibatkan seorang anak balita di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, berlangsung dramatis dan sempat membuat gempar warga sekitar. Seorang balita perempuan berusia 3 tahun

Jul 06, 2026 - 13:14
0 0
Balita Disandera Paman Pakai Pisau di Sultra, Momen Penyelamatannya Menegangkan

Insiden penyanderaan yang melibatkan seorang anak balita di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, berlangsung dramatis dan sempat membuat gempar warga sekitar. Seorang balita perempuan berusia 3 tahun menjadi korban aksi nekat pamannya sendiri yang tiba-tiba mengamuk dengan senjata tajam. Peristiwa menegangkan ini terjadi di depan kantor Koramil dan Polsek Sampara, Desa Totombe Jaya, Kecamatan Sampara, pada Rabu pagi, 1 Juli 2026, sekitar pukul 07.00 WITA. Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami dari kepolisian setempat, situasi kritis itu dipicu oleh kondisi kejiwaan pelaku yang mendadak kacau.

Kepanikan Pelaku yang Berujung Ancaman

Pelaku yang diketahui bernama Dedi (27) merupakan paman dari korban. Menurut keterangan saksi dan pihak kepolisian, Dedi sejak beberapa waktu sebelumnya sudah menunjukkan gelagat aneh. Ia mondar-mandir di sekitar rumah sambil menangis dan terus-menerus menyebut dirinya tengah diburu dan akan dibunuh oleh seseorang yang tidak jelas identitasnya. Keresahan itu memuncak saat ia mendadak mengambil sebilah pisau, lalu menyekap keponakannya sendiri yang masih berusia tiga tahun. Aksi ini sontak membuat anggota keluarga panik. Beberapa warga yang menyaksikan kejadian langsung melapor ke aparat keamanan terdekat yang kebetulan lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian.

Detik-Detik Penyelamatan yang Dramatis

Tim gabungan dari Polsek Sampara dan Koramil setempat segera bergegas ke lokasi. Personel kepolisian dan TNI tiba di depan Kantor Koramil dan Polsek Sampara saat pelaku sudah berada dalam posisi menyandra dengan pisau di tangan. Negosiasi dilakukan untuk menenangkan pelaku agar tidak melukai balita tersebut. Ketegangan memuncak saat pelaku beberapa kali menolak melepaskan korban dan terus mengacungkan pisaunya dengan liar. Sejumlah rekaman amatir yang beredar di masyarakat memperlihatkan bagaimana petugas berusaha mendekati pelaku secara hati-hati sembari mencoba mengalihkan perhatian. Momen kritis terjadi ketika salah seorang anggota berhasil melucuti senjata dengan sebuah gerakan cepat, sementara petugas lain langsung mengamankan balita yang menangis ketakutan. Korban segera dievakuasi dan diperiksa kesehatannya, sementara pelaku berhasil dilumpuhkan tanpa perlawanan berarti.

"Awalnya pelaku terlihat gelisah, menangis sambil berkeliling rumah dan terus mengatakan ada yang mau membunuhnya," ujar Kasat Reskrim Polres Konawe AKP Laode M Jefri Hamzah dalam keterangan resminya kepada media kami.

Kondisi Pelaku dan Kronologi Lebih Lanjut

Pihak kepolisian menduga pelaku mengalami gangguan psikologis akut atau tekanan mental berat yang memicu perilaku agresif tak terkendali. Kasat Reskrim menjelaskan bahwa sebelum insiden memuncak, Dedi sudah menunjukkan tanda-tanda disorientasi, seperti bicara sendiri dan mengaku dikejar-kejar sosok halusinatif. Dugaan ini diperkuat oleh keterangan keluarga yang menyebutkan adanya riwayat stres berat pada diri pelaku. Barang bukti berupa sebilah pisau dapur telah diamankan, sementara pelaku kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Konawe, termasuk assesmen kejiwaan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Beruntung, balita tersebut selamat tanpa luka fisik, meskipun masih tampak trauma. Aparat juga berkoordinasi dengan dinas sosial untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban dan keluarganya. Masyarakat setempat menyatakan lega dan memberikan apresiasi atas respons cepat petugas dalam membebaskan sandera kecil tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
arif-budianto

Editor Ekonomi. Editor analisis pasar dan bisnis.

Comments (0)

User