Air Mata Pramono Anung Pecah Saksikan Semangat Siswa Sekolah Rakyat
Suasana haru tak terbendung mewarnai gelaran Open House Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terlihat beberapa kali menyeka sudut matanya saat menyaksika
Suasana haru tak terbendung mewarnai gelaran Open House Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terlihat beberapa kali menyeka sudut matanya saat menyaksikan penampilan para siswa yang dengan penuh semangat menampilkan yel-yel, atraksi baris berbaris, dan beragam unjuk bakat di hadapan para tamu undangan serta orang tua murid.
Momen mengharukan itu terjadi ketika puluhan siswa dari keluarga prasejahtera itu dengan lantang meneriakkan yel-yel penyemangat berisi mimpi-mimpi besar mereka untuk meraih pendidikan tinggi dan mengubah nasib keluarga. Pramono yang duduk di barisan depan bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tampak tak kuasa membendung rasa harunya. Derai air mata pun jatuh membasahi pipi mantan Sekretaris Kabinet itu.
"Saya benar-benar terharu melihat anak-anak ini. Di tengah keterbatasan, semangat mereka luar biasa. Mereka membuktikan bahwa kemiskinan bukan halangan untuk bermimpi," ujar Pramono dengan suara bergetar seusai acara.
Open House SRMA 10 Jakarta yang digelar pada Sabtu pagi itu berlangsung meriah. Para siswa menampilkan berbagai pertunjukan mulai dari tarian daerah, paduan suara, hingga demonstrasi keterampilan vokasi yang telah mereka pelajari selama menempuh pendidikan di sekolah berasrama gratis tersebut. Sorak sorai dan tepuk tangan riuh dari para orang tua yang hadir menambah semarak suasana.
Dalam kesempatan yang sama, Mensos Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi besar Presiden Prabowo Subianto untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Ia menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem agar mendapatkan akses pendidikan berkualitas secara cuma-cuma.
"Sekolah Rakyat adalah komitmen negara untuk hadir bagi mereka yang paling membutuhkan. Presiden Prabowo ingin memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang putus sekolah hanya karena alasan biaya. Ini investasi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan," tegas Gus Ipul.
Lebih lanjut Gus Ipul menjelaskan bahwa kurikulum di Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan keterampilan vokasi. Para siswa diasramakan dan mendapatkan seluruh kebutuhan hidup, mulai dari makan, seragam, hingga perlengkapan sekolah secara gratis.
SRMA 10 Jakarta sendiri merupakan salah satu dari puluhan Sekolah Rakyat yang telah beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Para siswa yang menempuh pendidikan di sini berasal dari keluarga yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai kelompok miskin ekstrem. Melalui program ini, pemerintah menargetkan ribuan anak dari keluarga prasejahtera dapat mengenyam pendidikan hingga jenjang menengah atas dan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Acara open house ini juga menjadi ajang bagi para orang tua untuk melihat langsung perkembangan anak-anak mereka selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat. Sejumlah orang tua mengaku tak menyangka anak-anak mereka bisa tampil percaya diri dan menunjukkan kemajuan yang signifikan, baik dari sisi akademik maupun keterampilan.
Air mata Pramono Anung yang tumpah hari itu seolah menjadi simbol dari harapan besar yang disematkan pada program ini—bahwa pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia, tak peduli dari latar belakang ekonomi mana pun mereka berasal.
Comments (0)