Warga Indonesia di Australia Tak Menyangka Harga Visa Naik Drastis

Jakarta - Ria Hariati, warga negara Indonesia yang menetap di Sydney, Australia, mengaku terkejut ketika mengetahui lonjakan biaya pengajuan perpanjangan Resident Return Visa (RRV) untuk penduduk t

Jul 07, 2026 - 23:08
0 0
Warga Indonesia di Australia Tak Menyangka Harga Visa Naik Drastis

Jakarta - Ria Hariati, warga negara Indonesia yang menetap di Sydney, Australia, mengaku terkejut ketika mengetahui lonjakan biaya pengajuan perpanjangan Resident Return Visa (RRV) untuk penduduk tetap (Permanent Resident/PR) di negara tersebut. Kenaikan yang mencapai tiga kali lipat dari tarif sebelumnya ini dianggap sangat memberatkan, terutama bagi diaspora Indonesia yang telah lama bermukim di Australia.

Kaget dengan Kenaikan Biaya

Ria menuturkan bahwa ia tidak menyangka besaran biaya yang harus dibayarkan untuk mempertahankan status PR-nya. "Kenaikannya itu enggak main-main, maksudnya tiga kali lipat," ujar Ria kepada Beritadua.com melalui sambungan telepon, Kamis (25/7/2024).

Kenaikannya itu enggak main-main, maksudnya tiga kali lipat. Tapi bagaimana pun kita harus mematuhi kebijakan Australia … meski agak berat sih buat kita.

Resident Return Visa merupakan visa yang wajib diperpanjang secara berkala oleh penduduk tetap Australia jika mereka ingin keluar-masuk negara tersebut. Tanpa RRV yang masih berlaku, pemegang PR berisiko kehilangan status kependudukannya, termasuk hak untuk kembali ke Australia setelah bepergian ke luar negeri. Sebelum kenaikan, biaya aplikasi RRV berkisar ratusan dolar Australia, namun kini melonjak hingga lebih dari $1.000, tergantung pada jenis aplikasi dan masa berlaku visa yang dimohon.

Dampak bagi Komunitas Indonesia

Komunitas Indonesia di Australia merupakan salah satu diaspora terbesar di kawasan. Banyak dari mereka adalah pelajar yang kemudian menetap, pekerja profesional, dan keluarga yang telah beranak-cucu di Australia. Kenaikan biaya visa ini memberatkan terutama bagi keluarga dengan beberapa anggota yang harus mengajukan perpanjangan secara bersamaan. Biaya yang harus dikeluarkan bisa membengkak berkali-kali lipat dan memaksa mereka untuk merelakan pos anggaran lain, termasuk dana liburan atau pendidikan anak.

Seorang anggota komunitas lainnya, yang enggan disebutkan namanya, mengaku terpaksa menunda liburan ke Indonesia karena harus menyesuaikan anggaran dengan biaya RRV yang baru. "Kami sudah berencana mudik tahun ini, tapi dengan pengeluaran tambahan untuk visa, mungkin kami tunda dulu," katanya. Tak sedikit pula yang merasa cemas akan dampak jangka panjang kebijakan ini terhadap mobilitas dan stabilitas keuangan keluarga.

Pihak Imigrasi Australia menyatakan kenaikan ini merupakan bagian dari penyesuaian rutin yang mempertimbangkan inflasi dan biaya administrasi. Namun, bagi banyak warga Indonesia yang sehari-hari bergulat dengan biaya hidup Sydney atau Melbourne yang sudah tinggi, kebijakan ini ibarat pukulan telak. Ria menambahkan, meski berat, ia dan suami tetap akan mematuhi aturan tersebut. "Kita harus realistis, Australia adalah rumah kami sekarang. Tidak ada pilihan selain mengikuti aturan mainnya," tandasnya. Beritadua.com akan terus memantau perkembangan dampak kebijakan Australia terhadap warga Indonesia di luar negeri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User