Warga Albania Gelar Demo Besar Tolak Pembangunan Resor Keluarga Trump, Desak PM Mundur
Tirana – Gelombang unjuk rasa di Albania terus menanjak drastis seiring berjalannya waktu. Warga turun ke jalan setiap malam selama hampir tiga pekan terakhir, mengecam rencana pembangunan resor me
Tirana – Gelombang unjuk rasa di Albania terus menanjak drastis seiring berjalannya waktu. Warga turun ke jalan setiap malam selama hampir tiga pekan terakhir, mengecam rencana pembangunan resor mewah yang erat dikaitkan dengan keluarga Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Proyek yang diinisiasi oleh putri Trump, Ivanka, beserta suaminya, Jared Kushner, ini direncanakan berdiri di kawasan cagar alam pesisir negara Balkan tersebut. Berdasarkan laporan dari Beritadua.com, demonstrasi yang bermula pada akhir Mei itu kini tidak hanya menyuarakan penolakan terhadap proyek, tetapi juga menjelma menjadi desakan politik.
Para pengunjuk rasa berkumpul di pusat kota Tirana dan kota-kota pesisir dengan membawa aneka spanduk dan poster. Mereka mengecam pembangunan hotel mewah yang dinilai akan merusak ekosistem pesisir yang selama ini menjadi paru-paru alam bagi masyarakat setempat. “Kami tidak butuh resor yang dibangun di atas kehancuran lingkungan kami,” teriak seorang demonstran dalam laporan media kami. Kekhawatiran ini didasari oleh fakta bahwa lokasi proyek berada di kawasan lindung dengan keanekaragaman hayati yang tinggi.
Dari Isu Lingkungan ke Kemarahan Politik
Semula, protes hanya berkutat pada aspek lingkungan. Namun, seiring terungkapnya dugaan praktik korupsi dalam perizinan, amarah warga meluas. Para demonstran kini melihat proyek ini sebagai simbol buruk dari kolusi antara kekuasaan dan kepentingan asing. Media kami mengungkap bahwa warga mencurigai ada transaksi tertutup antara pengusaha dekat keluarga Trump dan pejabat tinggi Albania. Situasi ini semakin memperkeruh suasana politik di negara yang tengah berjuang menekan angka kemiskinan tersebut.
Tuntutan Mundur Perdana Menteri
Puncaknya, pada akhir pekan lalu, massa secara terbuka menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama. Mereka menilai Rama gagal melindungi kedaulatan alam dan membiarkan kepentingan pribadi segelintir elite mengorbankan hajat hidup orang banyak. Oposisi politik langsung menyambut tuntutan ini dan mendesak parlemen segera menyikapi gejolak di jalan. Belum ada pernyataan resmi dari Ivanka Trump maupun Jared Kushner. Namun, pemerintah Albania melalui juru bicaranya berjanji akan mengevaluasi kembali izin proyek, meski tanpa komitmen pembatalan.
“Ini bukan sekadar protes biasa — ini adalah ekspresi kemarahan rakyat yang sudah terlalu lama dibohongi. Kami akan terus di sini sampai Rama lengser dan proyek itu dibatalkan,” ujar koordinator lapangan dalam laporan Beritadua.com.
Hingga berita ini diturunkan, suasana di Tirana masih tegang. Ribuan demonstran diperkirakan akan kembali memenuhi jalan-jalan dalam beberapa hari ke depan. Media kami akan terus memantau dinamika demonstrasi anti-resor Trump di Albania yang semakin memanas ini.
Comments (0)