Pedestrian Deck Dukuh Atas: Patung Jenderal Sudirman Dipastikan Tetap di Tempat, Jadi Pusat Jembatan Cincin Donat

JAKARTA — Gubernur Jakarta Pramono Anung memberikan kepastian mengenai nasib ikon bersejarah di kawasan Dukuh Atas. Dalam pencanangan pembangunan jembatan cincin donat di Jalan Jenderal Sudirman, S

Jul 08, 2026 - 00:13
0 0
Pedestrian Deck Dukuh Atas: Patung Jenderal Sudirman Dipastikan Tetap di Tempat, Jadi Pusat Jembatan Cincin Donat

JAKARTA — Gubernur Jakarta Pramono Anung memberikan kepastian mengenai nasib ikon bersejarah di kawasan Dukuh Atas. Dalam pencanangan pembangunan jembatan cincin donat di Jalan Jenderal Sudirman, Setia Budi, Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2026), ia menegaskan bahwa Patung Jenderal Sudirman tidak akan dipindahkan. Justru, monumen tersebut akan menjadi titik sentral di tengah struktur jembatan yang tengah dirancang ulang sebagai ruang pedestrian modern.

Keputusan ini diambil setelah melalui proses perenungan mendalam dan diskusi intensif selama beberapa hari terakhir. Menurut Pramono, langkah tersebut diambil untuk menghindari polemik di masyarakat yang mungkin timbul apabila patung pahlawan nasional itu digeser dari lokasi aslinya. “Nah, yang paling penting setelah kami merenungkan berhari-hari, patung Jenderal Sudirman tetap akan di tempat ini, jadi tidak akan kita geser, supaya tidak menjadi polemik,” ujar Pramono kepada awak media di sela-sela kegiatan tersebut.

Pernyataan ini menjadi angin segar bagi berbagai pihak yang sebelumnya menyuarakan kekhawatiran akan potensi relokasi patung akibat proyek penataan kawasan. Jembatan cincin donat yang dimaksud merupakan proyek ambisius pedestrian deck yang akan menghubungkan berbagai simpul transportasi dan pejalan kaki di Dukuh Atas. Dengan desain melingkar, jembatan ini diklaim akan menjadi ikon baru ibu kota tanpa menghilangkan nilai sejarah yang sudah melekat di kawasan tersebut.

Desain Terintegrasi Tanpa Relokasi

lebih detail, Pramono Anung mengungkapkan bahwa ia telah meninjau langsung detail rencana pembangunan jembatan tersebut. Berdasarkan visualisasi perencanaan yang dimilikinya, Patung Jenderal Sudirman justru akan terlihat sangat baik dan harmonis setelah proses konstruksi rampung. “Tempat ini akan menjadi tempat yang lebih baik, lebih indah,” ungkapnya, seraya meyakinkan publik bahwa modernisasi kawasan tidak harus mengorbankan monumen bersejarah.

Proyek cincin donat ini merupakan bagian dari upaya penataan koridor Jalan Jenderal Sudirman yang lebih ramah pejalan kaki. Selama ini, kawasan Dukuh Atas dikenal sebagai episentrum transit di Jakarta yang kerap dipadati pekerja dan komuter. Keberadaan patung di tengah jembatan diyakini mampu menciptakan lanskap unik yang memadukan elemen sejarah dengan arsitektur kontemporer. Sumber terpercaya di lingkungan pemerintah provinsi yang dikonfirmasi laporan Beritadua.com menyebutkan, struktur jembatan akan dibangun sedemikian rupa sehingga menciptakan semacam pelataran atau plaza kecil yang mengelilingi patung tersebut.

Keputusan untuk mempertahankan posisi patung ini sejalan dengan arahan Pramono Anung yang tidak ingin persoalan teknis pembangunan menuai perdebatan identitas di tengah masyarakat. Dengan mengamankan posisi patung sebagai "jantung" dari jembatan cincin donat, proyek strategis yang digadang-gadang menjadi destinasi baru warga Jakarta ini diharapkan segera tuntas sesuai target. Pengamat pun menilai, langkah ini akan semakin memperkuat citra kawasan sebagai simbol integrasi antara masa lalu dan masa depan ibu kota.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yudi-kurniawan

Editor Politik. Editor dinamika politik dan kekuasaan.

Comments (0)

User