Viral Penghulu di Jaksel Pimpin Nikah Pakai 3 Bahasa Sekaligus, Begini Ceritanya

Jakarta - Sebuah momen akad nikah yang digelar di Jakarta Selatan pada Juli 2026 mendadak menjadi perbincangan hangat warganet. Pasalnya, penghulu yang bertugas memandu prosesi sakral tersebut menggu

Jul 06, 2026 - 12:53
0 0
Viral Penghulu di Jaksel Pimpin Nikah Pakai 3 Bahasa Sekaligus, Begini Ceritanya

Jakarta - Sebuah momen akad nikah yang digelar di Jakarta Selatan pada Juli 2026 mendadak menjadi perbincangan hangat warganet. Pasalnya, penghulu yang bertugas memandu prosesi sakral tersebut menggunakan tiga bahasa sekaligus, yakni bahasa Indonesia, Inggris, dan Korea. Langkah tidak biasa ini dilakukan untuk mengakomodasi pengantin pria yang berasal dari Korea Selatan beserta keluarganya yang hadir. Media kami berhasil menghimpun cerita lengkap di balik aksi sang penghulu yang kini viral di berbagai platform media sosial.

Sang penghulu adalah Muhammad Zidni Ilmi, yang sehari-hari bertugas di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Setiabudi. Ia memimpin akad nikah antara Lisa Putri Erdiyanti, warga negara Indonesia, dengan Lim Sang Beom, pria asal Korea Selatan, pada 4 Juli 2026. Dari video yang tersebar, Zidni tampak fasih melafalkan kalimat-kalimat dalam tiga bahasa secara bergantian, memastikan seluruh pihak yang hadir memahami setiap rangkaian prosesi tanpa hambatan.

"Annyeonghaseyo yeroebun. Jeon Achimimnida Indonesa-E osin geoseul. Jinsimeuro hwanyeonghamnida," ucap Zidni dalam video yang ramai di media sosial, dikutip Senin (6/7/2026).

Kalimat pembuka dalam bahasa Korea tersebut berarti sapaan hangat dan ucapan selamat datang kepada tamu yang datang ke Indonesia. Menurut penuturan Zidni kepada awak media kami, penggunaan tiga bahasa ini bukanlah keputusan spontan, melainkan hasil persiapan matang. Ia menyadari bahwa dalam pernikahan lintas negara, penting bagi penghulu untuk menjembatani perbedaan bahasa agar suasana akad tetap khidmat dan seluruh keluarga besar, terutama dari pihak mempelai pria, dapat mengikuti prosesi dengan baik.

Persiapan Khusus dari Sang Penghulu

Zidni bercerita, ia mulai mempelajari frasa-frasa penting dalam bahasa Korea beberapa hari sebelum hari pernikahan. Ia tidak hanya mengandalkan teks, tetapi juga berlatih pengucapan agar terdengar natural dan tidak kaku. Baginya, seorang penghulu tidak hanya bertugas mengesahkan pernikahan secara hukum dan agama, tetapi juga bertanggung jawab menciptakan kenyamanan bagi kedua mempelai dan tamu yang hadir. "Saya ingin semua orang yang datang, terutama keluarga dari Korea, merasa dihargai dan tidak asing," ujarnya melalui sambungan telepon. Respons positif pun mengalir deras dari warganet yang kagum dengan dedikasi dan kemampuan adaptasi seorang aparatur sipil negara di KUA.

Pernikahan campuran seperti ini bukan hal baru di wilayah Jakarta Selatan, namun kehadiran penghulu yang secara proaktif menggunakan bahasa asli pengantin asing jarang terdokumentasikan secara luas. Unggahan video yang menampilkan aksi Zidni dengan cepat menyebar dan menginspirasi banyak orang. Keluarga mempelai sendiri, dalam laporan terpisah, mengaku sangat terkesan dan terharu dengan upaya yang dilakukan oleh penghulu tersebut. Momen ini menjadi bukti bahwa komunikasi lintas budaya dapat dijalin dengan sentuhan personal yang hangat, bahkan dalam acara seformal akad nikah. Kementerian Agama pun turut mengapresiasi inisiatif ini sebagai contoh pelayanan publik inklusif yang patut diteladani oleh petugas di seluruh Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User