Titiek Soeharto Temui Warga Binaan di Tambak Nusakambangan, Tanyakan Kegiatan Sebelum Ada Program Budidaya

Cilacap — Suasana berbeda terlihat di kawasan tambak udang Vaname yang terletak di Bantar Panjang, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Di tengah hiruk pikuk panen, Ketua Komisi I

Jul 08, 2026 - 05:54
0 0
Titiek Soeharto Temui Warga Binaan di Tambak Nusakambangan, Tanyakan Kegiatan Sebelum Ada Program Budidaya

Cilacap — Suasana berbeda terlihat di kawasan tambak udang Vaname yang terletak di Bantar Panjang, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Di tengah hiruk pikuk panen, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, menyempatkan diri untuk menyapa langsung para warga binaan yang mengelola kolam tersebut.

Kunjungan tersebut dilakukan Titiek dalam rangka meninjau langsung program ketahanan pangan yang melibatkan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan. Dengan mengenakan pakaian lapangan, ia berkeliling area dan berinteraksi dengan sejumlah warga binaan yang tengah sibuk memanen udang.

"Yang mengerjakan ini warga binaan nih, mas-mas ini. Biasanya kalau di dalam ngapain saja?" tanya Titiek kepada salah seorang narapidana yang berdiri di pinggir kolam.

Pertanyaan spontan Titiek tersebut dijawab dengan jujur oleh warga binaan itu. Dengan nada datar, ia menyampaikan bahwa sebelum adanya program budidaya udang ini, keseharian mereka di dalam sel terasa monoton. Jawaban yang menggambarkan realitas kehidupan di dalam tembok penjara itu seketika mencuri perhatian.

"Nggak ngapa-ngapain," jawab napi tersebut dengan singkat.

Interaksi tersebut mengundang perenungan bagi hadirin yang hadir. Titiek pun melanjutkan perbincangan ringan untuk menggali sejauh mana program ini berdampak pada keseharian para penghuni lapas. Ia menanyakan langsung kepada mereka apakah dengan adanya kegiatan seperti budidaya udang ini mereka merasa lebih senang dan memiliki kesibukan yang positif.

Dari pantauan media kami di lokasi, para warga binaan memang tampak antusias. Mereka tidak hanya memanen udang, tetapi juga terlibat dalam proses pengemasan hingga sortasi hasil panen. Program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pertanian, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta jajaran DPR untuk memanfaatkan lahan di sekitar lapas sebagai lumbung pangan produktif.

Titiek menjelaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan. Diharapkan, setelah menyelesaikan masa pembinaan, mereka memiliki pengetahuan dan pengalaman praktis yang dapat digunakan untuk mencari penghidupan yang layak di masyarakat.

“Kami ingin mereka punya kegiatan yang bermanfaat. Kalau cuma di dalam terus dan tidak ada keterampilan, nanti setelah bebas mereka mau ke mana? Program ini menjadikan lapas sebagai tempat yang produktif, bukan sekadar tempat hukuman,” ujar Titiek dalam keterangan pers yang diterima Beritadua.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yudi-kurniawan

Editor Politik. Editor dinamika politik dan kekuasaan.

Comments (0)

User