Iran Kembali Blokade Selat Hormuz, Sebut Israel Langgar Perjanjian dengan AS

Teheran, Beritadua.com — Ketegangan di Timur Tengah kembali melonjak setelah komando militer pusat Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz. Langkah drastis ini diambil sebagai respons langsung terh

Jul 08, 2026 - 05:54
0 0
Iran Kembali Blokade Selat Hormuz, Sebut Israel Langgar Perjanjian dengan AS

Teheran, Beritadua.com — Ketegangan di Timur Tengah kembali melonjak setelah komando militer pusat Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz. Langkah drastis ini diambil sebagai respons langsung terhadap serangan militer Israel ke wilayah Lebanon selatan yang dianggap telah melanggar perjanjian yang dimediasi oleh Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami pada Sabtu (20/6/2026), pengumuman resmi tersebut disampaikan langsung oleh Markas Besar Pusat Khatam-al Anbiya melalui siaran televisi pemerintah Iran. Dalam pernyataannya, otoritas militer Iran menegaskan bahwa penutupan jalur pelayaran strategis tersebut merupakan tahap awal dari serangkaian tindakan yang mungkin akan diambil.

"Dengan ini diumumkan bahwa Selat Hormuz akan ditutup untuk lalu lintas kapal. Perlu dicatat bahwa langkah pertama ini adalah tanggapan terhadap pelanggaran janji musuh, dan jika agresi berlanjut, langkah-langkah lebih lanjut akan direncanakan dan diambil untuk memaksa musuh mematuhi kewajibannya," demikian kutipan pernyataan militer Iran tersebut.

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, yang menjadi titik transit sekitar seperlima dari total pasokan minyak global. Keputusan Iran untuk menutup selat ini diperkirakan akan membawa dampak besar terhadap stabilitas ekonomi dunia, terutama di sektor energi yang masih rapuh akibat berbagai krisis geopolitik sebelumnya.

Pernyataan Iran secara spesifik merujuk pada "perjanjian Teheran dengan Amerika Serikat", yang tampaknya mengikat komitmen untuk menahan diri dari aksi serangan lintas batas. Iran memandang operasi militer Israel ke Lebanon selatan sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut, dan dengan demikian menempatkan Washington dalam posisi yang sulit di mata Teheran.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel, Amerika Serikat, maupun otoritas regional lainnya terkait penutupan Selat Hormuz. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut, mengingat Iran secara eksplisit memberi peringatan tentang "langkah-langkah lebih lanjut" yang akan diambil jika agresi terhadap Lebanon terus berlanjut.

Penutupan selat kali ini bukanlah yang pertama dilakukan Iran. Di masa lalu, Teheran beberapa kali mengancam akan memblokade jalur perairan tersebut sebagai alat tawar dalam konflik yang melibatkan kekuatan Barat. Namun, realisasi kali ini di tengah konteks perang yang semakin meluas di kawasan Levant menambah bobot ancaman tersebut secara signifikan.

Para analis keamanan memperkirakan bahwa penutupan ini, jika berlangsung dalam periode panjang, akan memicu lonjakan harga minyak mentah dan mengganggu rantai pasok global. Pasar energi dunia kini tengah mencermati perkembangan terbaru dari Selat Hormuz dengan tingkat kewaspadaan tinggi, sementara jalur diplomatik diperkirakan akan segera diaktifkan untuk meredakan krisis yang terus memanas ini.

Ketegangan antara Israel dan Iran yang sudah berlangsung lama kini memasuki babak baru dengan melibatkan Lebanon sebagai medan konflik. Serangan Israel ke Lebanon selatan yang dituduh Iran sebagai pemicu penutupan selat ini menambah kompleksitas geopolitik Timur Tengah yang sudah begitu rumit dengan berbagai kepentingan negara-negara besar dunia.

Komando militer Iran melalui pernyataan tegasnya menunjukkan bahwa Teheran tidak akan tinggal diam terhadap apa yang mereka anggap sebagai pelanggaran komitmen oleh pihak lawan. Dengan pengumuman ini, dunia internasional kini menanti langkah selanjutnya dari semua pihak yang terlibat dalam pusaran konflik yang terus bergolak di kawasan tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
mega-lestari

Reporter Internasional. Reporter isu internasional dan geopolitik.

Comments (0)

User