Tawuran Antar-Pesilat Pecah di Tulungagung, Kaca Mobil Polisi Pecah Terkena Lemparan Batu

Tulungagung - Aksi bentrokan antar-rombongan pesilat terjadi di wilayah Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Minggu dini hari (28/6/2026). Insiden saling lempar batu yang memanas

Jul 07, 2026 - 23:33
0 0
Tawuran Antar-Pesilat Pecah di Tulungagung, Kaca Mobil Polisi Pecah Terkena Lemparan Batu

Tulungagung - Aksi bentrokan antar-rombongan pesilat terjadi di wilayah Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Minggu dini hari (28/6/2026). Insiden saling lempar batu yang memanas ini tidak hanya menimbulkan kericuhan, tetapi juga mengakibatkan kerusakan pada kendaraan dinas kepolisian yang sedang berjaga.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, insiden ini bermula sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, sekelompok massa yang merupakan bagian dari iring-iringan konvoi penggembira acara Ijazah Kubro PSNU Pagar Nusa Trenggalek sedang dalam perjalanan pulang. Rombongan tersebut melintasi jalur yang menghubungkan Bandung dan Pakel.

Situasi yang semula kondusif berubah tegang ketika iring-iringan konvoi itu melewati area persawahan di Desa Sambitan, Kecamatan Pakel. Tanpa diduga, sekelompok pemuda yang sebelumnya telah bersembunyi di tengah persawahan tiba-tiba muncul dan langsung melancarkan serangan berupa lemparan batu ke arah massa konvoi. Aksi kejutan ini sontak memicu terjadinya saling serang dan tawuran dadakan di lokasi kejadian.

Kendaraan Patroli Terdampak

Kapolsek Pakel, AKP Anwari, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa bentrokan antar-kelompok pesilat ini berlangsung cukup sengit di tengah jalan. Aparat kepolisian yang langsung bertindak untuk membubarkan massa terpaksa harus menerima dampak dari aksi brutal tersebut. Sebuah mobil patroli milik kepolisian yang berada di lokasi untuk mengamankan situasi menjadi korban. Kaca kendaraan roda empat itu dilaporkan pecah akibat terkena lemparan batu yang dilontarkan oleh salah satu pihak.

"Kejadiannya terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, saat rombongan konvoi melintas dan diserang dari arah persawahan. Kaca mobil patroli kami turut pecah dalam insiden ini," ujar AKP Anwari dalam keterangannya.

Pihak kepolisian belum merinci secara detail darimana asal kelompok pemuda yang bersembunyi di sawah tersebut. Namun, insiden ini diduga kuat melibatkan dua kelompok perguruan silat yang berbeda. Meskipun sempat terjadi ketegangan dan kerusakan properti, pihak kepolisian bergerak cepat untuk mengendalikan situasi dan mencegah jatuhnya korban luka lebih banyak dari kedua belah pihak yang bertikai.

Tidak Ada Korban Jiwa

Beruntung, dalam insiden saling serang batu ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Pihak kepolisian juga memastikan bahwa situasi keamanan di sekitar lokasi kejadian, tepatnya di Desa Sambitan, sudah dapat segera dikendalikan dan kembali normal. Massa yang terlibat konvoi maupun pihak penyerang berhasil dibubarkan oleh petugas yang datang ke lokasi.

Pihak kepolisian saat ini masih terus mendalami insiden tersebut. Proses penyelidikan dilakukan untuk mengidentifikasi para pelaku pelemparan batu yang bersembunyi di persawahan, sekaligus mengusut motif di balik penyerangan dadakan yang nyaris memicu bentrokan massal yang lebih luas tersebut. Polisi mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya para penggiat seni bela diri, untuk selalu menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi dengan aksi-aksi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User