Respon cepat ditunjukkan jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang dalam menangani dampak kebakaran yang meland
Berdasarkan pantauan media kami di lapangan, personel Dokkes dari unit Polresta Tangerang telah membuka posko layanan kesehatan di lokasi pengungsian Kampung Jungkel, Desa Tanjakan Mekar, sejak Jumat
Berdasarkan pantauan media kami di lapangan, personel Dokkes dari unit Polresta Tangerang telah membuka posko layanan kesehatan di lokasi pengungsian Kampung Jungkel, Desa Tanjakan Mekar, sejak Jumat (3/7/2026). Para tenaga medis kepolisian ini tidak hanya melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan tekanan darah, tetapi juga secara intensif mengecek fungsi pernapasan warga. Mengingat asap hitam pekat dari pembakaran sampah mengandung partikel mikro yang dapat mengiritasi saluran pernapasan, tim dokter kepolisian membagikan masker medis secara cuma-cuma serta memberikan obat-obatan untuk meredakan gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Jaminan Layanan Kesehatan Berkelanjutan dari Polda
Kapolresta Tangerang, Komisaris Besar (Kombes) Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan prioritas utama institusinya pasca kejadian. Kepada media kami, ia menyampaikan penjelasan resmi terkait alasan di balik gencarnya layanan kesehatan keliling ini:
"Layanan kesehatan diberikan sebagai respons cepat terhadap dampak sebaran asap kebakaran yang dirasakan warga di sejumlah wilayah sekitar TPA Jatiwaringin. Kami tidak ingin masyarakat menjadi korban ganda, selain kehilangan rasa nyaman akibat asap, juga mengalami penurunan kondisi kesehatan yang akut."
Kombes Andi menjelaskan bahwa pergerakan massa udara yang tidak menentu membuat sebaran asap meluas hingga ke permukiman padat penduduk di Kecamatan Rajeg dan sekitarnya. Oleh karena itu, tim Dokkes tidak hanya siaga di posko pengungsian, tetapi juga melakukan jemput bola dengan mendatangi rumah-rumah warga yang lansia dan memiliki balita untuk memastikan mereka berada dalam kondisi stabil. Laporan sementara dari tim kesehatan menunjukkan bahwa keluhan yang paling banyak dijumpai di lapangan adalah batuk kering, mata perih, serta sesak napas ringan.
Selain intervensi medis langsung, personel kepolisian turut mengedukasi masyarakat mengenai mitigasi mandiri di rumah saat terjadi polusi udara berat. Imbauan yang disampaikan antara lain menutup ventilasi rumah dengan kain basah dan meningkatkan asupan cairan. Langkah ini disambut antusias oleh warga Desa Tanjakan Mekar yang sebelumnya khawatir mengenai dampak jangka panjang dari kebakaran TPA terhadap kesehatan anak-anak dan lansia. Hingga Sabtu (4/7/2026), layanan kesehatan masih terus dibuka dan diperkuat dengan tambahan stok obat serta alat pelindung diri. Media kami akan terus memantau perkembangan situasi kebakaran TPA Jatiwaringin serta upaya pemulihan yang dilakukan oleh seluruh pihak terkait demi keselamatan warga.
Comments (0)