Kuku Bima dan Tolak Angin Salurkan Rp325 Juta untuk Operasi Sumbing Bibir Gratis
Beritadua.com, Bekasi — PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Kali ini, m
Beritadua.com, Bekasi — PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Kali ini, melalui produk andalannya, Kuku Bima dan Tolak Angin, perusahaan tersebut bekerja sama dengan Smile Train Indonesia menggelar operasi gratis bagi penderita sumbing bibir dan langit-langit di Rumah Sakit Hermina Galaxy, Kota Bekasi.
Sebanyak 50 pasien terdaftar dalam program kemanusiaan ini, dengan total bantuan mencapai Rp 325 juta. Dana tersebut disalurkan untuk membiayai seluruh rangkaian prosedur operasi, mulai dari pemeriksaan awal hingga perawatan pasca-operasi, sehingga pasien tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, kepada Country Manager dan Program Director Smile Train Indonesia, Deasy Larasati. Momen ini menjadi bukti nyata sinergi antara sektor swasta dan organisasi nirlaba internasional dalam menangani masalah kesehatan yang masih menjadi tantangan di Tanah Air.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Ini juga sejalan dengan perjalanan hidup saya selama membangun Sido Muncul," ujar Irwan di sela-sela acara, dikutip media kami.
Program operasi gratis ini tidak hanya sekadar aksi korporat, tetapi juga mencerminkan filosofi perusahaan yang telah mendarah daging selama puluhan tahun. Sido Muncul tidak hanya dikenal sebagai produsen jamu dan minuman kesehatan, tetapi juga aktif menjalankan tanggung jawab sosial yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Smile Train Indonesia sendiri merupakan bagian dari Smile Train, organisasi global yang fokus pada penanganan celah bibir dan langit-langit. Organisasi ini telah bermitra dengan ratusan rumah sakit di seluruh Indonesia, memberikan akses operasi gratis serta pelatihan bagi tenaga medis lokal. Kolaborasi dengan merek sebesar Kuku Bima dan Tolak Angin diyakini akan memperkuat jangkauan layanan mereka ke wilayah yang lebih luas.
Operasi sumbing bibir dan langit-langit bukan hanya persoalan estetika, melainkan menyangkut kualitas hidup penderitanya. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi bicara, pendengaran, serta asupan gizi. Dengan adanya operasi gratis ini, diharapkan pasien dapat menjalani kehidupan yang lebih normal dan produktif tanpa stigma sosial yang selama ini membebani mereka.
Comments (0)