Proyek Tata Air Haji Nawi Terus Dikebut, Rampung Akhir 2026 Jadi Target

Pembangunan sistem tata air bawah tanah di kawasan Jalan Haji Nawi terus dipercepat. Pemerintah provinsi menargetkan proyek strategis ini dapat selesai pada penghujung tahun 2026, guna menjawab dua p

Jul 08, 2026 - 08:37
0 0
Proyek Tata Air Haji Nawi Terus Dikebut, Rampung Akhir 2026 Jadi Target

Pembangunan sistem tata air bawah tanah di kawasan Jalan Haji Nawi terus dipercepat. Pemerintah provinsi menargetkan proyek strategis ini dapat selesai pada penghujung tahun 2026, guna menjawab dua persoalan klasik perkotaan: banjir dan keterbatasan akses air bersih.

Proyek yang mulai dikerjakan sejak awal tahun ini melibatkan konstruksi reservoir raksasa di bawah permukaan tanah, lengkap dengan jaringan pipa distribusi dan instalasi pengolahan air. Dengan kapasitas tampung mencapai ribuan meter kubik, sistem ini dirancang untuk menampung limpahan air hujan yang selama ini kerap memicu genangan di sekitar Jalan Haji Nawi dan wilayah selatan. Air yang tertampung selanjutnya akan diolah menjadi air bersih siap pakai, sehingga dapat menambah pasokan bagi warga.

Menurut data dari pelaksana proyek, progres fisik hingga pertengahan tahun ini telah mencapai lebih dari 30 persen. Pekerjaan penggalian dan pemasangan dinding penahan tanah sedang berlangsung intensif. Sejumlah alat berat dan ratusan pekerja dikerahkan dalam dua shift untuk mengejar target penyelesaian.

"Kami optimis proyek ini dapat selesai tepat waktu. Ini bukan hanya soal mengendalikan banjir, tetapi juga meningkatkan ketahanan air bersih di tengah pertumbuhan penduduk yang pesat," ujar Kepala Dinas Tata Air saat meninjau lokasi, belum lama ini.

Sistem tata air bawah tanah ini mengadopsi teknologi serupa yang telah sukses diterapkan di beberapa kota metropolitan dunia. Konsepnya adalah memanfaatkan ruang di bawah jalan utama sebagai penampungan sementara, sehingga tidak memerlukan pembebasan lahan baru. Saat hujan deras, air akan dialirkan ke reservoir melalui saluran khusus, lalu dipompa ke instalasi pengolahan untuk selanjutnya didistribusikan ke rumah-rumah atau digunakan untuk keperluan umum.

Selain mengurangi risiko banjir, proyek ini diharapkan mampu melayani kebutuhan air bersih bagi puluhan ribu jiwa di wilayah sekitar. Saat ini, sebagian besar warga masih bergantung pada sumur bor atau air kemasan. Dengan adanya tambahan pasokan air terolah, ketergantungan terhadap air tanah dapat dikurangi, yang sekaligus membantu mencegah penurunan muka tanah.

Pemerintah menjamin bahwa pengerjaan proyek akan meminimalkan gangguan terhadap lalu lintas. Rekayasa jalan diterapkan secara bertahap, dan jalur pedestrian tetap difungsikan. "Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan sementara, tapi ini untuk manfaat jangka panjang," tambahnya.

Laporan perkembangan proyek ini akan terus dipantau oleh media kami. Beritadua.com akan menghadirkan informasi terkini seputar pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lukman-hakim

Editor Analisis. Editor analisis mendalam isu publik.

Comments (0)

User