Libur Sekolah, Anak Belajar Jadi Dokter Kecil
Momen libur sekolah menjadi lebih bermakna bagi sejumlah anak yang mengikuti kegiatan Dokter Kecil di iMuseum IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Bukan sekadar menghabiskan wakt
Momen libur sekolah menjadi lebih bermakna bagi sejumlah anak yang mengikuti kegiatan Dokter Kecil di iMuseum IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Bukan sekadar menghabiskan waktu luang, mereka diajak menyelami profesi tenaga medis melalui serangkaian praktik langsung dan permainan interaktif yang dirancang khusus untuk usia mereka.
Mengenal Dunia Medis Sejak Dini
Program yang berlangsung selama beberapa hari ini memperkenalkan berbagai aspek kesehatan dasar, seperti cara mencuci tangan yang benar, penanganan luka ringan, pengenalan organ tubuh manusia, hingga simulasi pertolongan pertama pada kecelakaan. Dengan bimbingan mahasiswa kedokteran dan tenaga pengajar, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi.
Salah satu metode yang paling menarik perhatian adalah penggunaan alat peraga dan permainan edukatif. Anak-anak diajak bermain puzzle anatomi, mewarnai organ tubuh, dan mempraktikkan penggunaan stetoskop untuk mendengarkan detak jantung teman. Suasana ruangan berganti-ganti antara serius dan penuh gelak tawa, menciptakan kesan belajar yang tidak membosankan.
Belajar Melalui Pengalaman
Konsep belajar sambil bermain ini diyakini lebih efektif menanamkan pemahaman kesehatan kepada anak-anak. Mereka tidak hanya mendengar teori, tetapi langsung mempraktikkan. Ketika seorang pemandu bertanya tentang fungsi jantung, salah satu peserta dengan lantang menjawab, “Jantung itu yang memompa darah ke seluruh badan, Kak!” Jawaban sederhana namun tepat itu menunjukkan bahwa materi terserap dengan baik.
“Aku senang banget bisa pakai baju dokter dan dengerin detak jantung. Jadi pengen jadi dokter beneran,” ujar salah satu peserta dengan mata berbinar.
Kegembiraan serupa terlihat dari banyak peserta lainnya. Mereka tidak hanya mendapat pengetahuan baru, tetapi juga keberanian untuk berinteraksi dan berempati. Para pendamping pun menyampaikan bahwa program semacam ini penting untuk menumbuhkan minat anak terhadap ilmu kesehatan sekaligus menghilangkan rasa takut terhadap dokter dan rumah sakit.
Dukungan Fasilitas Edukatif
iMuseum IMERI FKUI sendiri merupakan museum pendidikan kedokteran yang menyediakan berbagai koleksi dan media pembelajaran interaktif. Kehadirannya menjadi wadah tepat bagi kegiatan Dokter Kecil, di mana anak-anak bisa melihat langsung replika organ, alat-alat medis, dan sejarah kedokteran Indonesia. Suasana museum yang bersih dan modern menambah kenyamanan belajar.
Program ini juga diharapkan dapat menjadi agenda rutin selama masa liburan. Dengan semakin banyaknya minat dari orang tua, panitia berencana membuka lebih banyak sesi dan variasi tema, seperti gigi sehat, gizi seimbang, dan kesehatan lingkungan.
Melalui laporan Beritadua.com, kegiatan positif seperti ini menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mengisi waktu libur anak dengan aktivitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan membangun karakter peduli kesehatan.
Comments (0)