Presiden Prabowo Buka Pintu Seluas-luasnya untuk Usulan Publik, dari Guru Besar hingga Suara Lewat TikTok

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan menutup telinga terhadap aspirasi yang datang dari berbagai lapisan masyarakat. Ia bahkan menyatakan bahwa usulan yang disampaika

Jul 08, 2026 - 18:43
0 0
Presiden Prabowo Buka Pintu Seluas-luasnya untuk Usulan Publik, dari Guru Besar hingga Suara Lewat TikTok

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan menutup telinga terhadap aspirasi yang datang dari berbagai lapisan masyarakat. Ia bahkan menyatakan bahwa usulan yang disampaikan oleh seorang anak desa sekalipun melalui platform media sosial seperti TikTok akan mendapatkan perhatian dan tindak lanjut langsung dari dirinya. Komitmen tersebut dinyatakan di hadapan para akademisi dan guru besar dalam acara penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada Minggu (28/6/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa era pemerintahannya adalah era keterbukaan. Tidak ada sekat antara suara para profesor dari universitas ternama dan suara rakyat biasa dari pelosok negeri. "Jangankan profesor, usul anak desa lewat TikTok pun akan saya tindak lanjuti," ujar Prabowo dengan nada serius. Pernyataan ini sontak menuai apresiasi dari para hadirin yang memadati ruang konvensi.

Jangankan profesor, usul anak desa lewat TikTok pun akan saya tindak lanjuti.

Presiden menjelaskan bahwa di tengah kemajuan teknologi komunikasi, media sosial telah menjadi saluran efektif untuk menjaring aspirasi publik secara real-time. Ia mengaku kerap memantau sendiri linimasa untuk mendeteksi isu-isu yang berkembang di akar rumput. Baginya, tidak ada bentuk masukan yang terlalu remeh selama bertujuan untuk kemajuan bangsa.

Acara Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 sendiri menjadi wadah bergengsi bagi para ilmuwan, peneliti, dan pelaku industri untuk menyatukan gagasan dalam mendorong hilirisasi serta kemandirian teknologi nasional. Dalam forum yang sama, Prabowo juga sempat menyinggung target ambisiusnya untuk melakukan restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Keterbukaan ini sejalan dengan visi pemerintah yang ingin menghapuskan birokrasi kaku dan menjadikan istana sebagai rumah bagi seluruh rakyat Indonesia. Prabowo menekankan, di era digital ini, jarak fisik antara rakyat dan pemimpinnya seharusnya sudah sirna. Oleh karena itu, setiap laporan atau ide yang masuk melalui kanal digital, baik itu surat elektronik, pesan langsung, hingga komentar di video pendek, akan tercatat dan dikaji oleh tim khusus yang dibentuk untuk mempercepat implementasi masukan publik.

Sejumlah guru besar yang hadir mengaku gembira dengan paradigma baru yang ditawarkan oleh kepala negara. Mereka menilai pendekatan "jemput bola" melalui teknologi ini dapat mempersingkat birokrasi dan menghindari distorsi informasi yang sering terjadi ketika aspirasi disampaikan melalui rantai administrasi yang panjang. Ke depannya, diharapkan semakin banyak inovasi kebijakan yang lahir dari kolaborasi langsung antara pemimpin tertinggi negeri ini dengan rakyatnya.

Demikian laporan dari acara yang dihimpun oleh tim media kami di Jakarta Convention Center. Informasi selengkapnya terkait perkembangan kebijakan dan arah pembangunan nasional dapat terus Anda simak di laman Beritadua.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
arif-budianto

Editor Ekonomi. Editor analisis pasar dan bisnis.

Comments (0)

User