Pramono Mau Jadikan Tanah Abang Pusat Grosir Terbesar Asia Tenggara
Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan ambisi besarnya untuk mengembalikan kejayaan Pasar Tanah Abang sebagai pusat perdagangan grosir terbesar di kawasan Asia Tenggara. Langkah
Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan ambisi besarnya untuk mengembalikan kejayaan Pasar Tanah Abang sebagai pusat perdagangan grosir terbesar di kawasan Asia Tenggara. Langkah strategis tengah disiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna mewujudkan target tersebut.
Dalam keterangannya kepada awak media, Pramono menegaskan bahwa penataan sistem perdagangan menjadi kunci utama. Ia ingin memastikan para pedagang yang menjalankan usaha secara konvensional atau luring dapat hidup berdampingan secara harmonis dengan para pelaku usaha berbasis daring.
"Saya ingin Tanah Abang itu menjadi pusat grosir terbesar di Asia Tenggara dan hidup kembali," ujar Pramono di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).
Pernyataan tersebut menandai komitmen kuat Pemprov DKI untuk merevitalisasi salah satu ikon perdagangan Ibu Kota itu. Di tengah perubahan perilaku belanja masyarakat yang semakin digital, kawasan Tanah Abang selama beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan adaptasi yang cukup signifikan. Kehadiran platform lokapasar dan media sosial kerap dituding sebagai salah satu pemicu berkurangnya kunjungan pembeli ke pasar fisik.
Meski demikian, Pramono optimistis bahwa integrasi antara model bisnis daring dan luring justru akan menjadi kekuatan baru. Konsep perdagangan hibrida dinilai dapat memperkuat posisi Tanah Abang sebagai destinasi belanja grosir utama yang tidak lekang oleh perkembangan zaman.
Berdasarkan laporan media kami, rencana penataan ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk para asosiasi pedagang dan pengelola pasar. Dukungan infrastruktur digital serta penataan kawasan fisik menjadi bagian dari cetak biru yang tengah digodok oleh jajaran Pemprov DKI.
Sebelumnya, media kami juga melaporkan wacana pengembangan infrastruktur di kawasan Jakarta Selatan terkait rencana penyambungan Plaza Senayan dan Senayan City melalui jalur bawah tanah. Hal ini menunjukkan geliat pembenahan terpadu yang tengah difokuskan oleh pemerintah daerah demi menggenjot geliat ekonomi Ibu Kota.
Dengan statusnya sebagai pasar tekstil dan garmen terbesar di Indonesia, Tanah Abang memiliki nilai historis dan ekonomis yang begitu kuat. Kebangkitan kembali pusat grosir ini diharapkan tidak hanya menguntungkan para pedagang besar, tetapi juga menggerakkan sektor usaha kecil dan menengah yang berada di sekitarnya. Jika strategi ini berhasil diimplementasikan, bukan tidak mungkin Tanah Abang akan kembali menjadi barometer perdagangan di tingkat regional.
Comments (0)