Prabowo Sindir Pihak Tak Setuju MBG: Perut Lapar Tak Segera Diisi, Dia Mati!

Gorontalo - Suasana Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII di Gorontalo mendadak penuh semangat saat Presiden Prabowo Subianto mengalihkan perhatiannya dari teks pidato. Kehadiran anak-anak yang

Jul 08, 2026 - 00:37
0 0
Prabowo Sindir Pihak Tak Setuju MBG: Perut Lapar Tak Segera Diisi, Dia Mati!

Gorontalo - Suasana Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII di Gorontalo mendadak penuh semangat saat Presiden Prabowo Subianto mengalihkan perhatiannya dari teks pidato. Kehadiran anak-anak yang membawa spanduk bertuliskan 'Indonesia Sehat Bersama MBG' menjadi pemicu pernyataan tegas sang kepala negara.

Dalam rekaman yang diperoleh media kami, terlihat jelas momen ketika Presiden Prabowo menghentikan sejenak pidatonya untuk merespon langsung visual tersebut. Ia lantas menyinggung secara spesifik pihak-pihak yang selama ini vokal menyuarakan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan nada retoris, ia mempertanyakan dasar dari penolakan tersebut.

Tantangan Langsung untuk Para Pengkritik

Presiden tidak hanya mengkritik, ia melemparkan sebuah tantangan langsung. "Ada juga yang nggak setuju MBG. Harusnya mereka yang nggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya itu petani, nelayan, MBG perlu atau tidak?" ujar Prabowo dalam kesempatan tersebut.

Lebih lanjut, ia membangun argumen dengan analogi yang sangat mendasar, menyentuh langsung kebutuhan primer manusia. Dalam argumennya, urusan pasokan pangan tidak mengenal kompromi dan harus segera dieksekusi tanpa hambatan birokrasi atau politis yang berlarut-larut.

"Perut lapar tak segera diisi, dia mati!" tegas Prabowo, menekankan urgensi program yang menjadi andalan pemerintahannya itu.

Pernyataan tersebut sontak disambut riuh tepuk tangan dan sorakan dukungan dari para petani serta nelayan yang hadir di lokasi. Laporan ini mencatat bahwa Presiden secara eksplisit menginginkan agar para pengkritik program MBG tidak hanya berdebat di balik meja atau di ruangan ber-AC, melainkan bertemu langsung dengan masyarakat akar rumput, para produsen pangan yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan nasional.

Ia ingin memastikan bahwa kebijakan populis ini tidak disandera oleh perbedaan pandangan yang mengabaikan realitas di lapangan, terutama menyangkut kondisi gizi anak-anak Indonesia dan kesejahteraan petani lokal yang terlibat dalam rantai pasok program MBG.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User