Prabowo Hadiri Penutupan Sarasehan KSTI, Terima Daftar Pertanyaan Para Profesor

Presiden Prabowo Subianto menghadiri langsung acara penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), S

Jul 06, 2026 - 13:34
0 0
Prabowo Hadiri Penutupan Sarasehan KSTI, Terima Daftar Pertanyaan Para Profesor

Presiden Prabowo Subianto menghadiri langsung acara penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada Minggu (28/6/2026). Kehadiran Kepala Negara ini menjadi puncak dari rangkaian forum akademik bergengsi yang diinisiasi untuk menjembatani dialog antara pemerintah, dunia kampus, dan sektor industri strategis. Menurut laporan yang dihimpun Beritadua.com, Prabowo tiba di lokasi dengan disambut jajaran rektor dan sejumlah profesor yang telah mengikuti sarasehan sejak pembukaan pada Jumat (26/6) lalu.

Dalam momen penting tersebut, Presiden menerima secara simbolis sebuah dokumen komprehensif yang berisi kumpulan usulan kebijakan, rekomendasi berbasis riset, serta sejumlah pertanyaan kritis yang disusun oleh para profesor dan guru besar dari berbagai disiplin ilmu. Dokumen itu merupakan kristalisasi dari diskusi intensif selama tiga hari berturut-turut yang membahas isu-isu fundamental seperti hilirisasi sumber daya alam, pengembangan energi terbarukan, transformasi digital, hingga penguatan rantai pasok industri nasional.

Prabowo: Saya Tidak Keberatan Bertemu Akademisi

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keberatan sedikit pun untuk terus menjalin komunikasi intensif dengan kalangan akademik. Bahkan, ia mengungkapkan rencana ambisius untuk melembagakan pertemuan rutin antara Presiden dengan para guru besar dan rektor setiap bulan. Rencana ini diharapkan dapat menjadi forum konsultasi berkelanjutan yang memastikan setiap kebijakan strategis negara berdiri di atas fondasi ilmiah yang kokoh.

"Saya justru merasa beruntung bisa bertemu dan mendengar langsung pandangan dari para pemikir terbaik bangsa ini. Tidak ada yang perlu ditutupi. Semakin sering kita bertemu, semakin tajam pula masukan yang bisa saya terima untuk perbaikan bangsa," ujar Prabowo di hadapan peserta sarasehan.

Presiden juga menekankan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para profesor, meskipun ada yang bernada kritis dan menantang, justru dianggapnya sebagai vitamin bagi proses pengambilan keputusan di pemerintahan. Ia memandang sikap skeptis dan korektif dari komunitas ilmiah sebagai bagian tak terpisahkan dari tradisi akademik yang sehat dan perlu dirawat.

Jembatan Sains dan Industri

Konvensi KSTI 2026 sendiri dihadiri oleh lebih dari 500 partisipan yang terdiri dari akademisi, peneliti, pelaku industri, serta pembuat kebijakan dari berbagai kementerian. Fokus utama dari sarasehan tahun ini adalah bagaimana mempercepat komersialisasi hasil riset dalam negeri agar tidak berhenti di laboratorium atau jurnal ilmiah semata. Para peserta menyepakati perlunya skema pendanaan riset yang lebih berani dan fleksibel, serta insentif fiskal bagi perusahaan yang bermitra dengan perguruan tinggi dalam riset dan pengembangan (R&D).

Sejumlah rektor yang hadir mengapresiasi komitmen Presiden untuk membuka ruang dialog yang lebih lebar. Mereka berharap janji pertemuan bulanan tersebut dapat segera direalisasikan dan tidak hanya bersifat seremonial. Dengan diterimanya daftar pertanyaan dan usulan para profesor secara langsung oleh Presiden, publik kini menanti sejauh mana dokumen tersebut akan ditindaklanjuti dalam program kerja pemerintah ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yudi-kurniawan

Editor Politik. Editor dinamika politik dan kekuasaan.

Comments (0)

User