Prabowo: 4 Kali Saya Kalah tapi Tidak Ganggu Pemimpin

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan refleksi panjang tentang perjalanan politiknya saat berbicara di hadapan para rektor dan guru besar. Dalam forum Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains

Jul 06, 2026 - 13:41
0 0
Prabowo: 4 Kali Saya Kalah tapi Tidak Ganggu Pemimpin

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan refleksi panjang tentang perjalanan politiknya saat berbicara di hadapan para rektor dan guru besar. Dalam forum Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026, ia menegaskan bahwa kekalahan beruntun dalam empat kali pemilihan presiden tidak pernah membuatnya bertindak sebagai pengganggu pemerintahan yang sah. Pernyataan tersebut disampaikan langsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada Jumat (26/6/2026).

Momen penuh kejujuran itu terekam dalam laporan tim Beritadua.com yang hadir di lokasi. Prabowo menekankan pentingnya kenegarawanan para elite untuk menjaga stabilitas bangsa, terutama di tengah berbagai tantangan global yang kian kompleks.

"Saudara-saudara, di tengah ini semua, kuncinya adalah antara lain elite yang tidak bisa kerja sama. Jadi, Saudara-saudara, bernegara, saya kira kita perlu untuk renungkan masalah bernegara," ujar Prabowo.

Perjalanan Panjang Sebelum Puncak Kekuasaan

Prabowo memang dikenal sebagai salah satu tokoh yang paling sering mencalonkan diri sebagai presiden sebelum akhirnya berhasil. Sejak pertama kali maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri pada 2009, kemudian menjadi calon presiden pada 2014, 2019, dan kembali sebagai calon presiden pada 2024, perjalanannya dipenuhi ujian elektoral. Namun, di hadapan audiens akademik itu, mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut justru menekankan bahwa tidak ada satu pun episode kekalahan yang membuatnya merongrong kepemimpinan yang terpilih secara demokratis.

Sikap tersebut, menurutnya, adalah fondasi utama dalam sistem presidensial yang matang. Ia mengajak seluruh peserta sarasehan untuk belajar dari pengalaman kolektif bangsa dan menolak segala bentuk polarisasi yang bisa merusak sendi-sendi kehidupan bernegara.

Ajakan Kolaborasi Elite untuk Kepentingan Nasional

Dalam forum yang dihadiri para pemimpin perguruan tinggi itu, Prabowo tidak hanya berbicara soal masa lalunya, tetapi juga mendorong kolaborasi lintas sektor. Ia meminta para akademisi, ilmuwan, dan pemangku kebijakan untuk meninggalkan ego sektoral. Menurutnya, persoalan besar seperti ketahanan pangan, energi, dan transformasi digital tidak akan bisa diselesaikan jika para pemimpin terus terjebak dalam konflik kepentingan sempit.

Pesan tersebut sejalan dengan rekam jejak politiknya pasca-pemilu. Dalam dua kali kekalahan sebelumnya, Prabowo pada akhirnya bersedia bergabung dalam kabinet pemerintahan yang dipimpin oleh kompetitornya, sebuah langkah yang sering disebut sebagai bentuk negarawan yang pragmatis dan meredakan ketegangan politik nasional.

Laporan Beritadua.com mencatat bahwa pernyataan Prabowo disambut dengan tepuk tangan oleh sebagian besar hadirin. Para rektor yang hadir tampak mengapresiasi seruan untuk menjadikan kampus sebagai ruang dialog kebangsaan yang sehat. Sarasehan KSTI 2026 sendiri merupakan ajang rutin yang mempertemukan sains, teknologi, dan industri untuk merumuskan arah pembangunan nasional jangka panjang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User