PLN Buka-bukaan Alasan Sejumlah Wilayah Jawa Alami Pemadaman Listrik
Jakarta — PT PLN (Persero) akhirnya angkat suara terkait pemadaman listrik yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir. Melalui pernyataan resmi yang diterima media
Jakarta — PT PLN (Persero) akhirnya angkat suara terkait pemadaman listrik yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir. Melalui pernyataan resmi yang diterima media kami, perusahaan listrik negara itu menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan duduk perkara yang menyebabkan gangguan pasokan tersebut.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengungkapkan bahwa penyebab utama pemadaman adalah kendala teknis operasional pada sisi pembangkit. Dua unit pembangkit berkapasitas besar mengalami gangguan sehingga terpaksa dihentikan sementara untuk perbaikan. Kondisi ini mengakibatkan penurunan kemampuan sistem pasokan listrik secara signifikan, sehingga PLN harus mengambil langkah cepat untuk mencegah dampak yang lebih luas.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Gangguan teknis pada dua unit pembangkit besar ini membuat pasokan listrik ke sistem Jawa-Bali menurun. Demi menjaga keandalan dan mencegah pemadaman yang lebih luas, kami melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah," ujar Gregorius dalam keterangan tertulisnya, dikutip Beritadua.com, Sabtu (15/3/2025).
Manajemen beban yang dimaksud adalah pemadaman bergilir yang sifatnya terencana dan disesuaikan dengan kondisi kekurangan daya pada saat tertentu. Gregorius menegaskan bahwa langkah ini diambil bukan karena kurangnya ketersediaan energi primer, melainkan semata akibat gangguan teknis yang membutuhkan waktu penanganan. Ia pun memastikan bahwa tim teknis PLN tengah bekerja keras untuk segera menormalkan kembali operasi kedua pembangkit tersebut.
Berdasarkan penelusuran laporan kami, wilayah yang terdampak pemadaman bergilir ini meliputi sebagian area di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta, dengan durasi pemadaman yang bervariasi antara satu hingga tiga jam. Sementara itu, pasokan listrik di Jakarta dan Banten relatif aman karena mendapat dukungan penuh dari sistem interkoneksi yang lebih fleksibel.
Lebih lanjut, Gregorius menjelaskan bahwa beban puncak konsumsi listrik di Jawa-Bali memang sedang tinggi dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas masyarakat pasca-Lebaran dan cuaca panas yang memicu lonjakan pemakaian alat pendingin ruangan. Kombinasi antara tingginya permintaan dan gangguan pasokan inilah yang memaksa PLN melakukan penyesuaian beban secara hati-hati.
PLN menjamin bahwa manajemen beban ini hanya bersifat sementara dan akan dihentikan segera setelah pembangkit yang mengalami gangguan kembali beroperasi. Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan untuk meminimalkan dampak terhadap pelayanan publik, termasuk rumah sakit, fasilitas air bersih, dan sektor industri strategis.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, PLN akan mempercepat perawatan preventif pada unit-unit pembangkit lainnya agar risiko gangguan serupa dapat ditekan. Gregorius juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melaporkan setiap gangguan listrik melalui aplikasi PLN Mobile agar petugas dapat merespons dengan cepat.
Situasi kelistrikan di Pulau Jawa diprediksi akan berangsur normal dalam 2×24 jam ke depan, seiring dengan selesainya perbaikan teknis pada dua pembangkit utama tersebut. PLN berkomitmen untuk terus memberikan informasi transparan kepada publik melalui kanal resmi perusahaan.
Comments (0)