Eks Dirjen Pajak Fuad Rahmany Kembali Pimpin Dewan Komisaris KSEI
Jakarta - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi mengumumkan pengangkatan kembali A. Fuad Rahmany sebagai Komisaris Utama untuk periode 2026-2030. Keputusan strategis ini diambil dalam Rapa
Jakarta - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi mengumumkan pengangkatan kembali A. Fuad Rahmany sebagai Komisaris Utama untuk periode 2026-2030. Keputusan strategis ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung baru-baru ini.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, Fuad Rahmany bukanlah sosok asing di lingkup keuangan dan perpajakan nasional. Ia sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Pajak di Kementerian Keuangan, sebelum kemudian meniti karier sebagai pengawas di institusi pasar modal. Pengalaman panjang di sektor publik tersebut dinilai akan semakin memperkuat tata kelola KSEI sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) utama di pasar modal Indonesia.
Susunan Baru Dewan Komisaris
Selain Fuad, RUPST juga menyetujui perpanjangan masa jabatan Indra Christanto sebagai Komisaris KSEI untuk periode kedua. Sementara itu, para pemegang saham turut menyepakati penunjukan Margeret M. Tang sebagai anggota Dewan Komisaris yang baru.
"Dengan penunjukan tersebut, maka Fuad Rahmany dan Indra Christanto mengemban kembali jabatan selaku jajaran Komisaris KSEI, sementara Margeret M. Tang menjadi anggota baru Dewan Komisaris KSEI pada periode terbaru," ungkap Sekretaris Perusahaan dan Komunikasi Perusahaan KSEI, Hesti Setyo Rini, dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Jumat (19/6/2026).
Dengan masuknya Margeret M. Tang, komposisi Dewan Komisaris KSEI mengalami penyegaran yang diyakini akan membawa perspektif baru dalam mengawal kebijakan perusahaan ke depan. Media kami mencatat bahwa KSEI terus memperkuat fungsi pengawasan sejalan dengan dinamika pasar modal yang semakin kompleks.
Pengangkatan kembali Fuad Rahmany dan Indra Christanto menunjukkan kepercayaan pemegang saham terhadap kinerja mereka selama periode sebelumnya. Pengalaman mereka dinilai krusial dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk digitalisasi layanan kustodian dan peningkatan perlindungan investor di era transaksi modern. Kehadiran Dewan Komisaris yang solid diharapkan mampu mendorong KSEI untuk terus berinovasi dan menjaga stabilitas infrastruktur pasar modal Indonesia.
Comments (0)