B50 Berlaku 1 Juli, RI Bisa Kurangi Impor Solar-Hemat Rp 157 T

Kebijakan mandatori biodiesel B50 dinilai sebagai lompatan besar dalam memperkokoh fondasi energi nasional. Aturan yang mewajibkan pencampuran 50 persen bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit ke da

Jul 08, 2026 - 00:44
0 0
B50 Berlaku 1 Juli, RI Bisa Kurangi Impor Solar-Hemat Rp 157 T

Kebijakan mandatori biodiesel B50 dinilai sebagai lompatan besar dalam memperkokoh fondasi energi nasional. Aturan yang mewajibkan pencampuran 50 persen bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit ke dalam solar ini dijadwalkan berlaku mulai 1 Juli 2026. Bukan sekadar peningkatan dari standar B35 yang berjalan saat ini, langkah ini digadang-gadang mampu memangkas ketergantungan Indonesia terhadap impor solar secara drastis, sekaligus mengamankan potensi penghematan devisa hingga Rp 157 triliun.

Penghematan Devisa dan Perbaikan Neraca Dagang

Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami, ekonom Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Hendry Cahyono, mengungkapkan bahwa kebijakan B50 akan langsung menyasar titik lemah neraca perdagangan. Selama ini, solar yang didatangkan dari luar negeri terus membebani pos impor dan menekan nilai tukar rupiah.

“Dengan peningkatan porsi biodiesel dari kelapa sawit, kebutuhan impor solar akan berkurang drastis. Ini berdampak langsung pada penguatan nilai tukar rupiah dan menambah cadangan devisa,” ujar Hendry kepada Beritadua.com.

Data yang dirujuk dalam laporan kami memperlihatkan, Indonesia sempat mengimpor solar dalam volume belasan juta kiloliter setiap tahunnya. Jika separuh dari kebutuhan itu mampu digantikan oleh biodiesel produksi dalam negeri, belanja pemerintah untuk impor BBM bisa dipangkas signifikan, dengan estimasi nilai penghematan mencapai Rp 157 triliun per tahun. Angka ini belum memasukkan dampak turunan dari stabilitas harga minyak sawit dan penguatan nilai tukar.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan kesiapan teknis menyambut tenggat tersebut. Uji coba sudah dilakukan pada berbagai mesin kendaraan bermotor dan alat berat, guna memastikan B50 ramah terhadap teknologi yang ada. Mulai 1 Juli nanti, setiap badan usaha penyedia BBM wajib menjamin ketersediaan biodiesel B50 di seluruh jaringan SPBU di Tanah Air.

Lingkungan dan Industri Sawit Diuntungkan

Selain sisi ekonomi, kebijakan ini juga membawa manfaat ganda bagi lingkungan dan petani. Biodiesel dikenal sebagai bahan bakar bersih yang mampu menekan emisi karbon lebih rendah ketimbang solar murni, sehingga Indonesia kian dekat dengan target pengurangan emisi nasional. Sementara itu, penyerapan minyak sawit untuk program B50 akan menjaga stabilitas harga tandan buah segar di tingkat petani dan menciptakan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri. Beritadua.com akan terus memantau perkembangan pelaksanaan kebijakan strategis ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User