Pesanan Membludak! Konveksi Seragam Sekolah di Semarang Kebanjiran Order
Semarang, Beritadua.com – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, aktivitas di sentra konveksi seragam sekolah di Kota Semarang tampak jauh lebih sibuk dari biasanya. Para pemilik usaha m
Semarang, Beritadua.com – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, aktivitas di sentra konveksi seragam sekolah di Kota Semarang tampak jauh lebih sibuk dari biasanya. Para pemilik usaha mengaku kebanjiran pesanan dari berbagai sekolah, baik negeri maupun swasta, yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. Salah satu pengusaha, Ari Wibowo (45), pemilik Konveksi Berkah Jaya di kawasan Tlogosari Kulon, menyatakan bahwa volume order yang masuk tahun ini melonjak sangat drastis. “Biasanya, pada masa-masa pendaftaran siswa baru, pesanan kami hanya sekitar 5.000 setel per bulan. Sejak awal pekan lalu, total pesanan yang harus kami penuhi mencapai lebih dari 15.000 setel,” ujarnya saat ditemui di tempat produksinya, Rabu (13/5/2026). Untuk mengejar tenggat pengiriman yang dimulai akhir Mei, pihaknya terpaksa meningkatkan kapasitas produksi hingga tiga kali lipat dari kondisi normal. Penambahan jam kerja, perekrutan tenaga jahit lepas, hingga penggunaan mesin cadangan menjadi solusi yang diterapkan. Beberapa konveksi lain di daerah Karanganyar dan Pedurungan juga mengalami situasi serupa. Bahkan, tidak sedikit yang menolak pesanan karena kapasitas produksi sudah penuh. Menurut Ari, lonjakan ini didorong oleh kebijakan baru dari Dinas Pendidikan yang mengatur ulang desain seragam sekolah, membuat seluruh sekolah harus memesan seragam baru dalam jumlah besar sekaligus. Tak hanya itu, program bantuan seragam gratis bagi siswa kurang mampu yang digulirkan pemerintah kota turut menyulut permintaan. “Kami mendapat kontrak langsung dari beberapa sekolah untuk seragam beasiswa,” tambah Ari. Ketersediaan bahan baku sempat menjadi kendala. Harga kain katun dan polyester naik rata-rata 15% sejak April, tetapi para pengusaha konveksi terpaksa menyerap kenaikan tersebut demi menjaga harga kontrak yang sudah disepakati. Beberapa di antaranya mencari alternatif pemasok dari Solo dan Pekalongan untuk mendapatkan harga lebih kompetitif. Meski lelah, para pekerja menjahit mengaku bersyukur karena pesanan yang melimpah berarti pemasukan tambahan. “Lembur itu melelahkan, tapi di saat ekonomi seperti ini, justru membuat kami bersemangat. Penghasilan bisa dua kali lipat dari biasanya,” ujar Siska (29), salah satu penjahit di Konveksi Berkah Jaya. Dengan hampir 2.000 pekerja konveksi rumahan dan industri kecil yang tersebar di Semarang, lonjakan order ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi lokal menjelang tahun ajaran baru. Para pelaku usaha berharap tren positif ini terus berlanjut, meski harus diiringi perbaikan infrastruktur dan kemudahan akses permodalan agar kapasitas produksi dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.
Comments (0)