Pengontrak Viral di Surabaya Bantah Tudingan Minta Kompensasi Rp 60 Juta sebagai Syarat Pindah

Surabaya - Sengketa rumah kontrakan di kawasan Jalan Kalisari Sayangan I, Surabaya, menjadi sorotan setelah informasi terkait perselisihan antara penghuni dan pemilik tanah menyebar luas di media sos

Jul 08, 2026 - 04:20
0 0
Pengontrak Viral di Surabaya Bantah Tudingan Minta Kompensasi Rp 60 Juta sebagai Syarat Pindah

Surabaya - Sengketa rumah kontrakan di kawasan Jalan Kalisari Sayangan I, Surabaya, menjadi sorotan setelah informasi terkait perselisihan antara penghuni dan pemilik tanah menyebar luas di media sosial. Pihak pengontrak dengan tegas membantah klaim yang menyebutkan bahwa mereka mengajukan permintaan uang kompensasi senilai Rp 60 juta sebagai syarat untuk bersedia mengosongkan hunian tersebut.

Salah satu penghuni kontrakan yang berada di lokasi, Titik (46), memberikan klarifikasi kepada media kami pada Selasa (7/7/2026), ia menegaskan bahwa tidak pernah ada pembicaraan atau tuntutan yang mengarah pada angka fantastis tersebut. "Dari kita nggak ada omongan nominal Rp 60 juta, nggak ada. Lagian nggak pantas juga saya pengontrak tapi minta angka segitu," ujar Titik dengan nada tegas. Ia merasa heran dengan munculnya narasi yang menyudutkan para penghuni, karena menurutnya posisi sebagai pengontrak tidak seharusnya mengajukan ganti rugi dalam jumlah yang tidak masuk akal.

Klarifikasi dari Pihak Pengontrak

Dalam keterangannya, Titik menjelaskan bahwa para penghuni rumah kontrakan hingga saat ini masih menempati bangunan tersebut dan belum pernah mengajukan syarat berupa uang puluhan juta rupiah kepada pemilik tanah, Bambang Hariyono. "Saya sendiri bingung dari mana asal-usul angka Rp 60 juta itu. Kami tidak pernah menyampaikan permintaan resmi atau pun tidak resmi sebesar itu," tambahnya. Titik menekankan, sebagai pengontrak, dirinya hanya menginginkan kejelasan terkait status tempat tinggalnya, bukan memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan finansial.

Di sisi lain, pemberitaan yang beredar sebelumnya menyebutkan bahwa pemilik tanah hendak membangun kembali asetnya dan meminta para pengontrak untuk pindah. Namun, proses negosiasi antara kedua belah pihak mengalami kebuntuan yang kemudian membuka ruang bagi munculnya berbagai spekulasi. "Kita ini kecil, sederhana, tidak mungkin melawan. Yang kami harapkan sebenarnya cuma solusi yang adil, bukan malah dituduh minta uang segitu," ungkap Titik.

"Dari kita nggak ada omongan nominal Rp 60 juta, nggak ada. Lagian nggak pantas juga saya pengontrak tapi minta angka segitu," ujar Titik saat dikonfirmasi media kami.

Kasus yang Berawal dari Sengketa Kepemilikan

Perselisihan ini berakar dari sengketa antara pemilik tanah dan pihak lain yang turut mengklaim kepemilikan atas lahan tersebut, kondisi inilah yang membuat status para pengontrak berada dalam posisi yang tidak menentu. Berdasarkan penelusuran media kami, rumah kontrakan di Jalan Kalisari Sayangan I itu telah dihuni oleh beberapa keluarga selama bertahun-tahun, sebagian dari mereka bahkan mengaku telah tinggal di sana selama lebih dari satu dekade.

Titik pun membenarkan bahwa ketidakjelasan ini telah berlangsung cukup lama dan menimbulkan keresahan di kalangan penghuni. "Kami kan cuma warga biasa. Ketika tiba-tiba ada yang mengaku pemilik dan meminta kami keluar tanpa ada kejelasan ganti rugi yang pasti, kami pasti bertanya-tanya," tuturnya. Meski demikian, Titik kembali menekankan bahwa pihaknya tidak pernah mematok biaya kompensasi sebesar yang ramai diperbincangkan publik. Ia sangat menyayangkan informasi tersebut viral tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu kepada para penghuni yang kini menjadi objek perbincangan warganet.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengontrak masih berharap ada mediasi yang difasilitasi oleh perangkat setempat, termasuk RT/RW maupun aparat kelurahan, agar masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa memperkeruh suasana di dunia maya. Para penghuni mengaku siap berdiskusi terkait kepindahan mereka, selama jalur komunikasi dilakukan dengan transparan dan tidak ada pemaksaan sepihak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
arif-budianto

Editor Ekonomi. Editor analisis pasar dan bisnis.

Comments (0)

User