MNC Asset Management dan Invesnow Gelar Webinar Strategi Kelola Keuangan

MNC Asset Management (MNC AM) bersama platform informasi keuangan Invesnow akan menggelar webinar bertajuk “Strategi Cerdas Mengelola Keuangan untuk Masa

Jul 08, 2026 - 14:07
0 0
MNC Asset Management dan Invesnow Gelar Webinar Strategi Kelola Keuangan

MNC Asset Management (MNC AM) bersama platform informasi keuangan Invesnow akan menggelar webinar bertajuk “Strategi Cerdas Mengelola Keuangan untuk Masa Depan yang Lebih Baik”. Kolaborasi dua pemain industri keuangan ini hadir di tengah lonjakan jumlah investor pasar modal domestik yang, menurut data KSEI per akhir 2024, menembus 13,2 juta investor—naik lebih dari 60% dalam tiga tahun terakhir. Webinar dirancang sebagai respon terhadap tingginya antusiasme masyarakat, sekaligus celah literasi keuangan yang masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Meski detail teknis seperti tanggal pasti dan profil narasumber belum diumumkan secara luas, kedua institusi menegaskan bahwa materi akan mencakup pengelolaan arus kas pribadi, prinsip dasar investasi reksa dana, serta mitigasi risiko di tengah gejolak ekonomi global. MNC AM, sebagai manajer investasi dengan dana kelolaan di atas Rp30 triliun, melihat webinar ini sebagai perpanjangan dari misi edukasi yang selama ini dijalankan secara luring dan daring. Sementara Invesnow, yang fokus menyajikan data dan berita keuangan berbasis digital, akan menyediakan kanal pendaftaran dan dashboard interaktif bagi peserta untuk mengikuti simulasi portofolio sederhana pasca-acara.

Konvergensi Agen Perubahan Literasi Keuangan

Kemitraan MNC AM–Invesnow dapat dibaca sebagai strategi simbiosis yang merepresentasikan pergeseran cara industri keuangan menyasar generasi muda. MNC AM membutuhkan saluran komunikasi yang lebih segar dan kredibel di mata milenial serta Gen Z, yang cenderung mencari informasi keuangan lewat konten ringkas dan platform visual. Invesnow, di sisi lain, memperkuat posisinya bukan sekadar agregator berita, melainkan penyelenggara “sekolah pasar modal” virtual yang bisa dimonetisasi lewat kerja sama sponsor.

“Kolaborasi seperti ini akan semakin lazim karena biaya akuisisi nasabah lewat jalur konvensional terus naik. Webinar memberi persepsi kedekatan tanpa mengeluarkan biaya operasional tinggi,” ujar seorang pengamat industri keuangan digital. Data internal beberapa manajer investasi menunjukkan bahwa biaya perolehan nasabah baru (CAC) melalui roadshow fisik bisa mencapai tiga hingga lima kali lipat dibandingkan kampanye digital, sehingga format webinar menjadi pilihan efisien sekaligus menjangkau audiens dari berbagai kota tanpa hambatan geografis.

Dua Sisi Webinar Keuangan: Antara Edukasi dan Komersialisasi

Keunggulan (Pro) Keterbatasan (Kontra)
• Akses gratis atau terjangkau, membuka pintu bagi kalangan yang belum tersentuh konsultan keuangan.

• Fleksibel secara waktu dan tempat; rekaman bisa diputar ulang.

• Narasumber biasanya praktisi berpengalaman sehingga materi aplikatif.
• Seringkali sarat promosi produk tertentu sehingga objektivitas materi dapat bias.

• Minim interaksi personal; pertanyaan spesifik kondisi peserta jarang terjawab tuntas.

• Ketergantungan pada koneksi internet dan kualitas teknis membuat sebagian segmen populasi sulit mengikuti.

Efektivitas webinar keuangan sangat bergantung pada integritas penyelenggara dalam memisahkan konten edukatif dari agenda penjualan. Peserta yang sudah memiliki dasar literasi biasanya mampu menyaring informasi dan memanfaatkan sesi tanya jawab secara optimal. Sebaliknya, pemula yang belum terbiasa dengan istilah seperti NAB, expense ratio, atau profil risiko bisa terjebak pada klaim imbal hasil yang disajikan tanpa konteks pasar yang memadai.

Sejumlah regulator, termasuk OJK, telah mendorong agar setiap kegiatan edukasi keuangan oleh pelaku industri memiliki kurikulum yang terverifikasi dan menyertakan materi perlindungan konsumen. Regulasi ini penting agar webinar tidak sekadar menjadi corong pemasaran terselubung.

Kesimpulan Pro-Kontra

Pro: Webinar MNC Asset Management dan Invesnow memperluas jangkauan edukasi keuangan dengan biaya rendah, fleksibel, dan melibatkan pelaku industri yang kredibel. Inisiatif ini dapat mempercepat peningkatan indeks literasi keuangan nasional yang masih berada di angka 49,68% (SNLIK 2022), terutama bila dipadukan dengan modul interaktif pasca-acara.

Kontra: Tanpa transparansi sponsor dan pemisahan tegas antara sesi edukasi dan promosi, peserta berisiko menerima informasi yang tidak berimbang. Format daring juga tidak menyediakan pendampingan personal yang seringkali dibutuhkan oleh calon investor pemula untuk membangun portofolio yang sesuai profil risiko mereka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User