Pemerintah Sebut Investor Asing Antre Masuk RI, Siap Tanam Modal Rp 557 T
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengonfirmasi bahwa kepercayaan investor asing terhadap Indonesia masih berada pada level yang sangat tinggi. Hal ini tercermi
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengonfirmasi bahwa kepercayaan investor asing terhadap Indonesia masih berada pada level yang sangat tinggi. Hal ini tercermin dari meningkatnya minat investasi di berbagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang tersebar di Tanah Air.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyampaikan bahwa tiga KEK manufaktur terbesar di Indonesia, yaitu Gresik, Kendal, dan Galang Batang di Bintan, secara bersamaan mengajukan permohonan perluasan kawasan. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya jumlah investor asing yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia.
"Dari sekian banyak KEK itu, tiga KEK manufaktur terbesar, mulai Gresik, kemudian Kendal, dan Galang Batang di Bintan, itu tiga-tiganya mengajukan perluasan lahan," ungkap Susiwijono di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).
Perluasan kawasan ini menjadi bukti nyata bahwa iklim investasi di Indonesia semakin kondusif dan menarik bagi investor global. Antrean investor yang ingin masuk ke tiga KEK tersebut menunjukkan bahwa program pemerintah dalam memfasilitasi kemudahan berusaha telah membuahkan hasil yang positif.
Berdasarkan data yang dihimpun media kami, total nilai investasi yang siap digelontorkan oleh para investor asing yang mengantre tersebut mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp 557 triliun. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah investasi di kawasan ekonomi khusus Indonesia.
KEK Gresik di Jawa Timur, KEK Kendal di Jawa Tengah, dan KEK Galang Batang di Kepulauan Riau merupakan tiga pilar utama pengembangan manufaktur nasional. Ketiganya menawarkan berbagai insentif bagi investor, seperti kemudahan perizinan, keringanan pajak, dan infrastruktur yang memadai.
Dengan adanya perluasan kawasan ini, diharapkan kapasitas produksi dan penyerapan tenaga kerja di masing-masing KEK akan meningkat secara signifikan. Pemerintah optimistis bahwa tren positif ini akan terus berlanjut dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke level yang lebih tinggi.
Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan regulasi dan penyederhanaan birokrasi guna memastikan bahwa investasi yang masuk dapat segera terealisasi dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Comments (0)