Parah! Menteri Israel Bilang Lebanon Harusnya Jadi 'Taman Bermain' Israel

Tel Aviv - Pernyataan provokatif kembali terlontar dari jajaran pemerintahan Israel. Kali ini datang dari Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben-Gvir, yang dikenal sebagai figur garis keras dalam koal

Jul 08, 2026 - 00:04
0 0
Parah! Menteri Israel Bilang Lebanon Harusnya Jadi 'Taman Bermain' Israel

Tel Aviv - Pernyataan provokatif kembali terlontar dari jajaran pemerintahan Israel. Kali ini datang dari Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben-Gvir, yang dikenal sebagai figur garis keras dalam koalisi sayap kanan. Dalam pernyataannya, ia dengan tegas menolak segala bentuk kesepakatan gencatan senjata dengan Lebanon, serta melontarkan klaim kontroversial yang menggambarkan negara tetangga tersebut sebagai "taman bermain" bagi Israel.

Menurut laporan yang dihimpun media kami pada Selasa (23/6/2026), komentar tersebut disampaikan Ben-Gvir dalam sebuah sesi wawancara eksklusif yang disiarkan oleh salah satu stasiun televisi lokal Israel. Dalam wawancara itu, ia tidak hanya menolak kemungkinan dihentikannya agresi militer, tetapi juga memperlihatkan ambisi yang lebih ekspansif terhadap wilayah Lebanon. Narasi ini jelas memperkeruh tensi geopolitik di kawasan yang kian memanas akibat perang berkepanjangan di perbatasan utara Israel.

Penolakan Total Terhadap Gencatan Senjata

Dalam dialognya dengan media lokal tersebut, Ben-Gvir secara eksplisit menegaskan posisinya yang menolak mentah-mentah inisiatif perdamaian. Ia menyatakan bahwa menghentikan operasi militer bukanlah solusi yang bisa diterima oleh negaranya.

"Israel tidak dapat menyetujui gencatan senjata di Lebanon," tegas Ben-Gvir.

Pernyataan tersebut langsung menuai kritik tajam dari berbagai kalangan, baik di dalam negeri Israel maupun dari komunitas internasional. Pasalnya, retorika semacam ini dianggap sebagai sabotase terhadap upaya diplomasi yang sedang coba dijembatani oleh sejumlah mediator global untuk meredakan konflik. Ben-Gvir, yang selama ini bertanggung jawab atas kebijakan keamanan internal yang keras, terlihat jelas mendorong agenda militeristik yang berpotensi memperpanjang derita warga sipil di perbatasan kedua negara.

Ambisi Ekspansionis di Balik Retorika "Taman Bermain"

Namun, bagian paling kontroversial dari wawancara tersebut adalah ketika menteri sayap kanan itu mengungkapkan pandangannya tentang masa depan Lebanon. Dengan bahasa yang merendahkan kedaulatan negara lain, ia menyebut bahwa Lebanon seharusnya menjadi area yang dikuasai dan dimanfaatkan oleh Israel. Konsep "taman bermain" yang ia lontarkan secara jelas merefleksikan angan-angan ekspansionis yang kini semakin gamblang disuarakan oleh para elite politik garis keras Zionis.

Pernyataan Ben-Gvir ini melanjutkan pola provokasi verbal yang kerap ia tunjukkan sepanjang karier politiknya. Sebelumnya, ia juga beberapa kali menyampaikan sikap rasis terhadap warga Palestina serta menolak ajakan gencatan senjata di Gaza. Kali ini, dengan menyasar Lebanon, ia memperlihatkan bahwa agenda sayap kanan Israel tidak hanya terpusat di tanah pendudukan Palestina, tetapi juga merambat ke garis depan utara dengan ambisi yang lebih luas.

Para analis hubungan internasional yang diwawancarai media kami menilai bahwa ucapan semacam ini berbahaya karena justru melegitimasi pelanggaran hukum internasional. Sementara itu, belum ada respons resmi dari pemerintah Lebanon terkait komentar tersebut, namun sikap diam ini diperkirakan tidak akan bertahan lama mengingat sensitivitas isu kedaulatan wilayah yang disinggung secara terang-terangan oleh pejabat setingkat menteri Israel.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
mega-lestari

Reporter Internasional. Reporter isu internasional dan geopolitik.

Comments (0)

User