Pacar Bunuh Gadis Lumajang Pakai Celana Jin, Berdalih Sakit Hati Usai Cekcok

Aksi pembunuhan yang menggemparkan warga Lumajang akhirnya menemui titik terang. Seorang pemuda berinisial RA (18) ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti menghabisi nyawa kekasihnya sendiri, M

Jul 07, 2026 - 23:01
0 0
Pacar Bunuh Gadis Lumajang Pakai Celana Jin, Berdalih Sakit Hati Usai Cekcok

Aksi pembunuhan yang menggemparkan warga Lumajang akhirnya menemui titik terang. Seorang pemuda berinisial RA (18) ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti menghabisi nyawa kekasihnya sendiri, MTA (22), menggunakan sehelai celana jin. Pengungkapan motif di balik peristiwa tragis ini mengarah pada luka hati mendalam yang dipicu oleh pertengkaran mulut antara kedua sejoli tersebut.

Penangkapan terhadap RA dilakukan setelah tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang melakukan serangkaian penyelidikan intensif. Polisi berhasil mengumpulkan barang bukti kunci berupa celana jin yang digunakan pelaku untuk menjerat leher korban hingga tewas. Dari hasil pemeriksaan sementara, terungkap bahwa aksi nekat ini bukanlah rencana yang terstruktur, melainkan spontanitas yang dipicu oleh emosi sesaat.

Motif Sakit Hati di Balik Jerat Celana Jin

Kepada penyidik, RA mengaku gelap mata mendengar ucapan korban yang dianggapnya sangat menyakitkan hati. Cekcok mulut yang terjadi di antara mereka berdua dengan cepat berubah menjadi tragedi berdarah. Pelaku yang tak kuasa menahan amarah langsung mengambil celana jin yang berada di dekatnya dan melilitkannya ke leher MTA hingga korban tak berdaya dan menghembuskan nafas terakhir.

"Pelaku sakit hati atas ucapan korban setelah terlibat cekcok mulut dengan korban, sehingga pelaku membunuh korban," ujar Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Ari Aulia, dalam keterangan resmi yang dihimpun media kami, Minggu (5/7/2026).

Lebih lanjut, AKP Ari Aulia menjelaskan bahwa hubungan asmara yang telah terjalin antara RA dan MTA rupanya menyimpan riak konflik yang tidak terlihat dari luar. Pertengkaran yang dipicu oleh persoalan pribadi tersebut mencapai puncaknya pada hari nahas itu, di mana kata-kata yang terucap dari mulut korban menjadi pemicu utama pelaku kehilangan kendali diri sepenuhnya.

Penemuan jasad MTA sendiri sempat menggegerkan warga sekitar. Ironisnya, sebelum aksinya terbongkar, pelaku diketahui sempat berpura-pura meminta pertolongan kepada warga sekitar, seolah-olah ia tidak mengetahui apa yang telah terjadi pada korban. Upaya kamuflase ini dilakukan RA untuk mengelabui aparat dan masyarakat. Namun, kejelian petugas dalam mengolah tempat kejadian perkara serta memeriksa saksi-saksi membuat kebohongan pelaku terkuak.

Saat ini, RA telah resmi mendekam di sel tahanan Mapolres Lumajang. Ia dijerat dengan pasal pembunuhan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Akibat perbuatannya yang merenggut nyawa sang pacar, pemuda berusia 18 tahun itu terancam hukuman penjara yang berat, menjadi tamparan keras bagi siapa pun yang tidak mampu mengelola emosi dalam menjalani hubungan percintaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
arif-budianto

Editor Ekonomi. Editor analisis pasar dan bisnis.

Comments (0)

User