Menkes Kaget Banyak Dokter Ngadu Kena Bullying, Pelakunya Rekan hingga Senior

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengaku terkejut setelah menerima laporan bahwa perundungan atau bullying menjadi persoalan yang paling banyak dikeluhkan oleh tenaga medis dan tenaga k

Jul 07, 2026 - 23:50
0 0
Menkes Kaget Banyak Dokter Ngadu Kena Bullying, Pelakunya Rekan hingga Senior

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengaku terkejut setelah menerima laporan bahwa perundungan atau bullying menjadi persoalan yang paling banyak dikeluhkan oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia. Hal ini terungkap dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Dalam rapat tersebut, Budi menekankan bahwa fenomena ini menjadi tamparan keras bagi dunia kesehatan yang seharusnya menjunjung tinggi solidaritas dan profesionalisme. Ia menyoroti fakta bahwa pelaku perundungan justru mayoritas berasal dari lingkungan internal, yakni sesama rekan sejawat hingga tenaga kesehatan senior.

Fakta Miris di Balik Jas Putih

Menurut laporan yang dihimpun oleh media kami, perundungan di kalangan tenaga kesehatan terjadi dalam berbagai bentuk. Mulai dari intimidasi verbal, pengucilan, hingga eksploitasi tenaga dokter muda atau residen oleh seniornya. Situasi ini diperparah dengan budaya hierarki yang kaku, sehingga korban seringkali enggan melapor karena takut dianggap tidak kompeten atau diasingkan.

"Yang agak mengagetkan saya, ternyata paling banyak yang dikeluhkan oleh dokter adalah perundungan," ujar Budi dalam rapat tersebut.

Pernyataan itu memantik diskusi serius di antara anggota dewan. Pasalnya, selama ini permasalahan yang sering disorot oleh tenaga kesehatan biasanya berkisar pada beban kerja, insentif, atau status kepegawaian. Namun, ternyata persoalan kesehatan mental akibat tekanan dari sesama kolega menempati urutan teratas pengaduan.

Komitmen Baru Menkes

Menyikapi temuan ini, Budi Gunadi Sadikin mendorong perlunya segera dibentuk mekanisme pengaduan yang aman dan tertutup bagi para korban bullying. Ia juga menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat regulasi di rumah sakit dan institusi pendidikan kedokteran. Tidak hanya itu, Budi meminta semua pihak untuk membangun budaya kerja yang lebih humanis.

"Kami tidak bisa membiarkan para pahlawan kesehatan ini tertekan secara psikologis di tempat mereka bekerja. Perlindungan bagi tenaga medis harus menjadi prioritas utama," tegasnya dalam kesempatan tersebut.

Laporan yang disampaikan Budi di Senayan ini sontak menjadi perhatian publik. Data terkait jenis dan frekuensi bullying masih terus digali oleh Kementerian Kesehatan. Langkah konkret diharapkan segera lahir agar rumah sakit tidak lagi menjadi ruang belajar yang penuh tekanan destruktif bagi para dokter masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
arif-budianto

Editor Ekonomi. Editor analisis pasar dan bisnis.

Comments (0)

User