JOMBANG — PBNU Tetapkan Muktamar ke-35 di Ponpes Tambakberas Jombang

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi memilih Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU. Keputusan ini menandai lan

Jul 08, 2026 - 20:53
0 0
JOMBANG — PBNU Tetapkan Muktamar ke-35 di Ponpes Tambakberas Jombang

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi memilih Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU. Keputusan ini menandai langkah simbolis kembalinya hajat akbar organisasi Islam terbesar di Indonesia itu ke basis kultural pesantren, setelah sebelumnya sempat diwacanakan di lokasi lain. Muktamar dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 dan akan merumuskan arah gerakan serta memilih kepengurusan baru untuk periode lima tahun ke depan.

Kronologi Penetapan

  1. Rapat Pleno PBNU – Pengurus harian PBNU menggelar rapat pleno tertutup pada pertengahan pekan ini. Dalam forum tersebut, beberapa calon tuan rumah diajukan, namun nama Tambakberas mengemuka karena pertimbangan historis dan kesiapan infrastruktur yang dinilai memadai untuk event berskala nasional.
  2. Pengesahan Resmi – Keputusan diketuk dan disahkan oleh jajaran syuriah dan tanfidziyah PBNU. Ketua Umum PBNU menyebut lokasi ini sebagai "pulang ke rumah perjuangan," merujuk pada jejak panjang Pesantren Tambakberas dalam mendidik kader-kader ulama yang tersebar di seluruh Indonesia.
  3. Pengumuman Publik – Hasil rapat diumumkan ke publik melalui kanal resmi organisasi. Panitia lokal segera dibentuk untuk menyusun rencana detail, termasuk pembangunan akses jalan menuju pesantren, penambahan kapasitas akomodasi, dan koordinasi dengan pemerintah daerah Jombang.

Pro-Kontra: Antara Romantisme Sejarah dan Realitas Logistik

Pemilihan lokasi ini memantik diskusi di kalangan nahdliyin. Secara umum, pro dan kontra bergulir dalam spektrum kebanggaan budaya versus tantangan operasional.

Pro:
  • Penguatan Identitas Kultural. Tambakberas adalah pesantren historis yang menjadi tempat persemaian para kiai sepuh. Keputusan ini dipandang mampu memperkuat kembali marwah "Muktamar Pesantren" yang kian tergerus oleh penyelenggaraan di gedung-gedung megah kota besar.
  • Efek Ekonomi Mikro. Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung diyakini akan menggeliatkan perekonomian warga sekitar Jombang, mulai dari sektor kuliner, transportasi, hingga penginapan.
  • Pesan Politis Internal. Di tengah dinamika wacana khittah dan regenerasi kepemimpinan, pemilihan locus tradisional ini diinterpretasikan sebagai upaya mempertautkan kembali elite struktur dengan komunitas akar rumput dan para masyaikh.
Kontra:
  • Infrastruktur Terbatas. Pesantren Tambakberas harus bekerja keras membenahi akses jalan desa, saluran drainase, dan sistem parkir. Kapasitas penginapan di sekitar Jombang juga tidak sebesar di kota-kota penyangga Surabaya atau Jakarta.
  • Risiko Fragmentasi Logistik. Panitia lokal akan diuji kemampuannya mengelola distribusi konsumsi dan mobilitas tamu VIP yang potensial membutuhkan standar fasilitas tinggi.
  • Ketegangan Politik Internal. Perdebatan seputar transparansi pemilihan lokasi membuka kembali tensi antarkelompok di tubuh NU, terutama dari kubu yang menginginkan muktamar berlangsung di lokasi netral dengan akses media lebih luas.

Angka dan Target

Secara proyeksi, muktamar di Tambakberas akan dihadiri sekitar 5.000 peserta resmi dari 34 provinsi dan cabang istimewa di luar negeri, ditambah puluhan ribu simpatisan yang biasanya memadati area sekitar arena utama. Panitia menargetkan seluruh prosesi sidang komisi, pleno keorganisasian, hingga pemilihan rais aam dan ketua umum dapat tuntas dalam lima hari efektif.

Dengan keputusan ini, seluruh mata warga nahdliyin kini tertuju pada kesiapan tuan rumah dan bagaimana syuriah akan mengawal jalannya muktamar agar tetap marwah dan khidmat, tanpa mengorbankan efisiensi teknis di lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User