KANSAS CITY — Mourinho Sebut Keputusan VAR Argentina vs Mesir Berat Sebelah

KANSAS CITY — Gelombang kontroversi kembali menerpa Piala Dunia 2026. Laga fase grup antara Argentina dan Mesir di Arrowhead Stadium, Kansas City, berakhir

Jul 08, 2026 - 21:23
0 0
KANSAS CITY — Mourinho Sebut Keputusan VAR Argentina vs Mesir Berat Sebelah

KANSAS CITY — Gelombang kontroversi kembali menerpa Piala Dunia 2026. Laga fase grup antara Argentina dan Mesir di Arrowhead Stadium, Kansas City, berakhir dengan kemarahan dari kubu Mesir dan kritik tajam dari mantan pelatih elite, José Mourinho. Ia menyebut insiden yang terjadi sebagai “perampokan terang-terangan” dan mempertanyakan integritas penggunaan Video Assistant Referee (VAR) di turnamen ini. Pernyataan Mourinho itu langsung memantik perdebatan luas: akankah teknologi justru menciptakan ketidakadilan baru?

Sumber kemarahan Mourinho adalah keputusan wasit asal Prancis, Clement Turpin, yang menganulir gol Mohamed Salah pada menit ke-67. Gol yang semula disahkan oleh asisten wasit itu dibatalkan setelah peninjauan VAR, menyusul dugaan pelanggaran tipis terhadap bek Argentina, Cristian Romero, beberapa detik sebelum bola bersarang di gawang Emiliano Martínez. Tayangan ulang menunjukkan kontak minimal antara lengan Salah dan punggung Romero, namun VAR menilai itu cukup untuk menggagalkan gol yang akan mengubah kedudukan menjadi 2-1 bagi Mesir. Argentina akhirnya menang 2-0 berkat gol cepat di awal babak pertama dan penalti Lionel Messi pada menit ke-82.

Mourinho, yang bertugas sebagai analis untuk televisi Brasil, langsung melontarkan kritiknya. “Saya bukan penggemar teori konspirasi, tapi apa yang kita saksikan malam ini adalah perampokan terang-terangan. VAR harusnya membawa keadilan, tetapi ini menunjukkan keberpihakan. Jika kontak sekecil itu cukup untuk membatalkan gol, maka sepak bola akan mati,” ucapnya dengan emosi. “Di sisi lain lapangan, Romero menarik lebih keras ke Mohamed Salah di babak pertama, tetapi VAR tidak meninjaunya. Di mana konsistensinya?”

Pro dan Kontra: Perbandingan Analisis Keputusan VAR

Insiden ini memunculkan dua sudut pandang yang sama-sama didukung data dan interpretasi teknis. Untuk memahami kompleksitasnya, mari kita bedah kedua perspektif tersebut secara seimbang.

Dasar Hukum dan Interpretasi Teknis

Kubu yang mendukung keputusan wasit merujuk pada Laws of the Game 2025/2026, khususnya Pasal 12 tentang fouls and misconduct. Aturan tersebut menyatakan bahwa kontak yang membatasi gerak lawan—meskipun ringan—dapat dianggap pelanggaran jika wasit menilainya sebagai careless. VAR hanya dapat mengintervensi jika terjadi “kesalahan jelas dan nyata” (clear and obvious error). Dalam kasus ini, VAR mungkin menilai bahwa asisten wasit luput melihat kontak yang memengaruhi keseimbangan Romero, sehingga intervensi dianggap sah. Data dari FIFA menunjukkan bahwa di turnamen ini, dari 48 peninjauan VAR hingga laga tersebut, hanya 6% yang membatalkan gol—menandakan bahwa wasit sangat berhati-hati dalam mengubah keputusan lapangan.

Namun, pihak yang kontra menyoroti inkonsistensi penerapan. Statistik dari fase grup memperlihatkan bahwa tim unggulan FIFA (peringkat 1-10) rata-rata mendapat 43% lebih banyak peninjauan VAR yang menguntungkan dibandingkan tim dengan peringkat di atas 20. Dalam pertandingan Argentina vs Meksiko sebelumnya, gol Meksiko juga dianulir melalui VAR dengan kontak serupa. Pola ini, menurut pengamat netral Marco van Basten, “mulai menimbulkan kecurigaan adanya bias bawah sadar (unconscious bias) di antara tim wasit terhadap tim-tim mapan.”

Perbandingan Insiden VAR Kontroversial di Piala Dunia 2026 (Fase Grup A-C)
PertandinganKeputusan VARDampak SkorKomentar Ahli
Argentina vs MeksikoGol Meksiko dianulir (offside 3 cm)Argentina menang 1-0“Garis offside semi-otomatis bekerja presisi, tapi manusia yang menentukan titik penempatan.” — Pierluigi Collina
Prancis vs AustraliaPenalti untuk Prancis (handball diperiksa)Prancis unggul 2-1“Interpretasi handball masih abu-abu, VAR tidak bisa menghilangkan subjektivitas.” — Howard Webb
Mesir vs ArgentinaGol Mesir dianulir (pelanggaran tipis)Argentina menang 2-0“Jika ini pelanggaran, setiap sepak pojok akan jadi pelanggaran. Ini terlalu keras.” — Arsène Wenger

Implikasi Bagi Integritas Turnamen

Pro-keputusan VAR menekankan bahwa teknologi tidak memiliki agenda. VAR hanya menyajikan sudut pandang tambahan, dan keputusan akhir tetap pada wasit utama. Mereka berargumen bahwa tanpa VAR, gol Salah akan tetap dianulir oleh asisten wasit yang kurang akurat dalam waktu nyata, sehingga hasil akhir tidak akan berbeda. Selain itu, FIFA mencatat bahwa akurasi keputusan di Piala Dunia 2026 telah mencapai 98,2% dengan bantuan VAR, naik dari 95,6% di edisi 2022.

Sebaliknya, kubu kontra mengingatkan bahwa persepsi ketidakadilan lebih merusak daripada kesalahan manusia murni. Survei cepat oleh World Soccer terhadap 1.200 penggemar netral menunjukkan 71% merasa VAR telah “mengubah hasil pertandingan secara tidak adil” dalam tiga laga terakhir Argentina. Mourinho sendiri menambahkan, “Ketika fans tidak lagi merayakan gol karena takut dianulir VAR, Anda membunuh jiwa permainan ini.” Bahkan, pelatih Mesir Rui Vitória mengisyaratkan akan mengajukan protes resmi kepada FIFA, meski kecil kemungkinan hasil diubah.

Lantas, di mana letak solusinya? Pengamat menyarankan reformasi protokol VAR, termasuk transparansi komunikasi wasit seperti pada rugby, dan penambahan mantan pemain dalam panel peninjauan untuk memberikan perspektif “rasa lapangan”. Hingga perubahan itu datang, kontroversi seperti Argentina vs Mesir akan terus menjadi bara dalam perdebatan sepak bola modern.

Pro: Keputusan VAR sesuai aturan teknis, menjaga akurasi, mencegah gol yang diawali pelanggaran; statistik menunjukkan ketelitian tinggi tanpa bias sistemik. Kontra: Inkonsistensi penerapan, persepsi bias terhadap tim besar, matinya spontanitas perayaan gol, potensi delegitimasi hasil turnamen.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User