Jaksa Jerman Ungkap Dugaan Peran Ukraina di Balik Sabotase Pipa Gas Nord Stream
Berlin – Investigasi otoritas Jerman terhadap kasus ledakan pipa gas Nord Stream pada September 2022 memasuki babak baru. Jaksa penuntut federal Jerman secara resmi mengungkapkan keyakinannya bahwa
Berlin – Investigasi otoritas Jerman terhadap kasus ledakan pipa gas Nord Stream pada September 2022 memasuki babak baru. Jaksa penuntut federal Jerman secara resmi mengungkapkan keyakinannya bahwa aksi sabotase yang merusak jalur energi strategis dari Rusia ke Eropa itu didalangi oleh otoritas Ukraina.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pendakwaan terhadap seorang tersangka utama dalam kasus ini, yang diidentifikasi sebagai Serhii K. Laporan media kami mengonfirmasi bahwa dakwaan terhadap pria berusia 50 tahun itu dirilis pada Rabu (01/7) dan menjadi dasar bagi jaksa untuk menguraikan jaringan pelaku yang lebih luas.
Menurut dokumen dakwaan yang dibacakan jaksa, Serhii K dan enam komplotannya bertindak "atas perintah otoritas Ukraina" dalam menjalankan misi penghancuran pipa gas bawah laut tersebut. Jaksa menjelaskan bahwa sang terdakwa, pada saat operasi dilangsungkan, merupakan seorang perwira aktif di militer Ukraina. Senada dengan itu, enam individu lain yang terlibat dalam konspirasi ini juga disebut sebagai personel militer.
"Terdakwa bertindak bersama enam rekan komplotannya. Mereka semua merupakan personel militer Ukraina pada saat itu, dan menjalankan perintah dari otoritas Ukraina," tegas jaksa penuntut dalam pernyataan resminya pada Kamis (02/7).
Pengungkapan ini menjadi penegasan paling eksplisit dari pemerintah Jerman mengenai pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa yang sempat memicu ketegangan geopolitik itu. Sebelumnya, berbagai spekulasi internasional merebak, mulai dari tuduhan terhadap Rusia hingga klaim keterlibatan kelompok non-negara, namun penyelidikan Jerman kini mengerucut pada peran langsung dari institusi negara Ukraina.
Jaksa tidak merinci secara persis mekanisme perintah tersebut atau tokoh otoritas Ukraina mana yang disebut memberi instruksi. Namun, identitas terdakwa utama sebagai perwira militer dan keterlibatan personel bersenjata lainnya memperkuat dugaan bahwa operasi ini bersifat terorganisir dan bukan tindakan sporadis.
Nord Stream 1 dan 2, yang dibangun untuk mengalirkan gas alam dari Rusia langsung ke Jerman melalui Laut Baltik, mengalami empat titik kebocoran akibat ledakan bawah air pada 26 September 2022, hanya beberapa bulan setelah invasi Rusia ke Ukraina. Insiden tersebut tidak hanya menghancurkan infrastruktur kritis, tetapi juga mengakhiri ketergantungan energi Eropa pada Rusia dalam skala besar.
Hingga kini, pihak berwenang Jerman tengah melanjutkan proses hukum terhadap Serhii K. Upaya untuk menangkap dan mengekstradisi komplotan lainnya masih berlangsung, sementara dampak diplomatik dari dakwaan ini diperkirakan akan memengaruhi hubungan antara Berlin dan Kyiv ke depan.
Comments (0)