Jakarta — Khitanan Massal 2.000 Peserta Raih Rekor Muri
Tim Penggerak PKK DKI Jakarta bersama PAM Jaya menggelar khitanan massal gratis yang berhasil menarik lebih dari 2.000 peserta dari seluruh penjuru ibu kot
Tim Penggerak PKK DKI Jakarta bersama PAM Jaya menggelar khitanan massal gratis yang berhasil menarik lebih dari 2.000 peserta dari seluruh penjuru ibu kota. Inisiatif sosial ini tak sekadar menyasar aspek kesehatan, tetapi juga mempererat solidaritas warga, hingga akhirnya diganjar penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).
Pendaftaran dan Pelaksanaan Bertahap
Untuk menjamin kelancaran, penyelenggara membagi acara dalam beberapa tahap yang dimulai sejak awal bulan lalu. Berikut urutan kronologisnya:
- Pendaftaran daring dan luring dibuka selama dua pekan melalui posko PKK kelurahan dan formulir digital PAM Jaya.
- Pelaksanaan sunatan digelar serentak di lima kota administrasi—Jakarta Pusat, Utara, Barat, Selatan, dan Timur—pada akhir pekan yang sama, melibatkan puluhan tenaga medis dan relawan.
- Verifikasi data dilakukan oleh panitia dan petugas Muri secara langsung untuk memastikan jumlah peserta yang terdaftar sesuai dengan fakta di lapangan.
- Pengumuman rekor disampaikan di Balai Kota DKI Jakarta setelah seluruh rangkaian selesai, menegaskan bahwa capaian peserta menembus angka 2.000 orang dalam satu periode kegiatan.
Pencapaian Rekor Muri dan Sorotan Publik
Penghargaan Muri diberikan karena khitanan massal ini memecahkan rekor sebagai "Khitanan Massal dengan Peserta Terbanyak dalam Satu Rangkaian Kegiatan oleh Komunitas". Piagam rekor diserahkan langsung kepada Ketua Tim Penggerak PKK DKI dan Direktur Utama PAM Jaya. Antusiasme warga terlihat dari membludaknya jumlah pendaftar hingga 2.300 orang, meski hanya 2.078 yang lolos verifikasi administrasi dan kesehatan. Angka tersebut menjadi bukti bahwa kebutuhan akan layanan sunat gratis masih sangat tinggi di kalangan masyarakat menengah ke bawah.
Di samping capaian simbolis, kegiatan ini mendapat perhatian karena integrasi antara tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan pemberdayaan kader PKK. PAM Jaya, selaku sponsor utama, menyediakan alat sunat modern sekali pakai agar prosedur berjalan steril. Sementara kader PKK bertugas mendampingi keluarga dan mengedukasi pentingnya perawatan pasca-sunat.
Pro dan Kontra Inisiatif Komunal
Kendati dipuji luas, khitanan massal sekaliber ini tidak lepas dari catatan berimbang:
- Pro: Membuka akses kesehatan gratis bagi keluarga kurang mampu, melestarikan tradisi keagamaan yang dihormati, dan memperkuat jejaring sosial di tingkat RW. Skema kolaborasi BUMD-PKK juga dinilai efektif sebagai model CSR berkelanjutan.
- Kontra: Kerumunan saat pendaftaran berpotensi mengabaikan protokol kesehatan jika pengawasan longgar. Selain itu, sejumlah pihak mengkritik bahwa mekanisme “siapa cepat dia dapat” menyebabkan ketidakadilan bagi anak-anak yang orang tuanya gagap teknologi atau terlambat mendapat informasi.
Terlepas dari kontra tersebut, panitia menegaskan bahwa semua peserta telah menjalani skrining kesehatan dan proses sunat dilakukan oleh tenaga profesional bersertifikat. Dokumentasi rekor Muri pun menjadi bukti transparansi pelaksanaan.
Comments (0)