Semarang — Polrestabes Semarang Gelar Donor Darah dan Layanan Kesehatan di Pasar Johar
Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polrestabes Semarang menggelar Bhakti Kesehatan Polri yang memadukan donor darah dan pelayanan ke
Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polrestabes Semarang menggelar Bhakti Kesehatan Polri yang memadukan donor darah dan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Bertempat di Pasar Johar Selatan (New PM) Lantai 3, Kota Semarang, pada Senin (29/6/2026), kegiatan ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pengayom keamanan tetapi juga penggerak aksi kemanusiaan.
Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polrestabes Semarang menggandeng PMI Kota Semarang untuk memastikan kegiatan donor darah berjalan sesuai standar medis. Total peserta yang terlibat mencapai 350 orang, meliputi unsur pemerintah daerah, tenaga kesehatan, anggota Polri, pelaku usaha, pedagang pasar, dan masyarakat umum. Kehadiran mereka menciptakan sinergi lintas sektor yang memperkuat hubungan antara kepolisian dan warga lokal.
Kronologi Pelaksanaan Bhakti Kesehatan
Berikut urutan kegiatan yang berlangsung sepanjang hari di Pasar Johar:
- Pukul 08.00 WIB — Persiapan Lokasi: Tim Sidokkes bersama personel Polsek Semarang Tengah mempersiapkan area donor darah dan stan pemeriksaan kesehatan. PMI Kota Semarang menyediakan peralatan serta tim medis yang bertugas mengelola darah yang terkumpul.
- Pukul 09.00 WIB — Registrasi Peserta: Pendonor dan warga yang memanfaatkan layanan kesehatan mulai mendaftar. Sekitar 350 orang tercatat mengikuti rangkaian acara, termasuk pejabat pemerintah dan perwakilan dinas terkait.
- Pukul 09.30 WIB — Donor Darah Dimulai: Peserta donor mengikuti prosedur skrining kesehatan awal sebelum darah diambil. Sejumlah pejabat hadir langsung sebagai pendonor, di antaranya Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Aniceto Magno Da Silva, Kapolsek Semarang Tengah Kompol Sugito, Kapolsek Semarang Utara Kompol Heri, dan perwakilan berbagai dinas.
- Pukul 10.00 WIB — Layanan Kesehatan Gratis Dibuka: Tim Sidokkes membuka layanan pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, konsultasi kesehatan, serta pemberian obat-obatan gratis. Sebanyak 113 warga memanfaatkan layanan ini. Antusiasme terlihat dari antrean yang tertib di area stan kesehatan.
- Seiring Berlangsungnya Acara — Pengamanan: Personel Polsek Semarang Tengah melakukan pengamanan penuh sehingga seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti.
- Pukul 12.00 WIB — Penutupan: Kegiatan resmi selesai. Kantong darah yang terkumpul langsung diserahkan kepada PMI untuk memenuhi stok yang kerap menipis.
Layanan dan Partisipasi Berbagai Pihak
Selain donor darah, Sidokkes Polrestabes menghadirkan pemeriksaan kesehatan dasar yang meliputi pengecekan tekanan darah dan gula darah sewaktu. Warga yang membutuhkan pengobatan mendapat obat secara gratis. Pendekatan ini dinilai efektif menjangkau masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di pasar tanpa harus meninggalkan lapak atau pekerjaan.
Partisipasi pejabat tidak hanya terbatas pada pendonor. Perwakilan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, serta Bank Jateng Unit Pasar Johar hadir memperkuat kolaborasi. Para pedagang Pasar Johar juga turut ambil bagian, menjadikan acara ini sebagai momentum kebersamaan lintas elemen yang jarang terjadi di tengah rutinitas pasar.
Makna Bhakti Kesehatan bagi Polri dan Warga
Kasihumas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi semangat pengabdian Polri. “Momentum Hari Bhayangkara ke-80 kami maknai sebagai kesempatan untuk semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat melalui aksi-aksi yang memberikan manfaat langsung. Selain donor darah untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di PMI, Sidokkes Polrestabes Semarang juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, serta pengobatan gratis,” ujarnya.
Di sisi masyarakat, respons positif mengalir. Para pedagang dan pengunjung pasar mengaku terbantu dengan kehadiran layanan kesehatan yang mudah diakses. Salah seorang pedagang menyebut bahwa inisiatif ini menghemat waktu dan biaya karena tidak perlu pergi ke puskesmas atau klinik. Total 113 penerima layanan kesehatan dan puluhan kantong darah yang terkumpul menjadi indikator nyata keberhasilan acara.
Perspektif Ganda: Dampak Positif dan Tantangan
Di balik kesuksesan acara, terdapat dua sisi yang layak dicermati:
Pro: Kegiatan Bhakti Kesehatan memperkuat citra Polri sebagai institusi yang humanis dan dekat dengan rakyat. Donor darah membantu mengatasi kelangkaan stok PMI, sementara layanan kesehatan gratis menjangkau warga yang mungkin kurang terlayani sistem kesehatan formal. Pasar sebagai lokasi strategis memudahkan akses bagi komunitas pedagang yang seringkali terabaikan.
Kontra: Skala kegiatan terbatas, hanya mencakup satu titik pasar. Jumlah 113 penerima layanan kesehatan dan 350 partisipan masih relatif kecil dibanding populasi Kota Semarang. Keberlanjutan program semacam ini masih menjadi tanda tanya, apakah hanya seremonial tahunan atau akan diintegrasikan dalam program rutin. Selain itu, potensi antrean panjang di ruang terbatas pasar dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian pengunjung.
Diperlukan evaluasi untuk mengembangkan jangkauan dan frekuensi agar manfaat yang dirasakan masyarakat lebih luas dan berkelanjutan.
Comments (0)