Bank Indonesia Tegal Ganti Uang Rusak Akibat Banjir Rob Rp1,51 Miliar
Ida Murlija, warga Jalan Yos Sudarso, Kecamatan/Kabupaten Batang, harus merelakan sebagian uang simpanannya yang rusak parah setelah rumahnya terendam banj
Ida Murlija, warga Jalan Yos Sudarso, Kecamatan/Kabupaten Batang, harus merelakan sebagian uang simpanannya yang rusak parah setelah rumahnya terendam banjir rob. Beruntung, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal menyediakan layanan penukaran uang rusak. Dari total pengajuan sebesar Rp1,54 miliar, setelah melalui proses verifikasi ketat, BI hanya mengganti uang senilai Rp1,51 miliar. Selisih Rp30 juta tersebut menunjukkan bahwa tidak semua uang rusak otomatis mendapat penggantian penuh.
Proses Selektif dan Syarat Ketat Penukaran Uang Rusak
Layanan penukaran uang rusak di BI Tegal dilakukan secara rutin setiap Selasa dan Kamis melalui sistem pemesanan di aplikasi PINTAR di laman https://pintar.bi.go.id. Setelah pendaftaran, petugas BI melakukan penelitian menyeluruh terhadap setiap lembar uang—memastikan keaslian dan menentukan nilai penggantian sesuai ketentuan berlaku. "Tidak seluruh uang rusak dapat langsung diganti. Penggantian hanya diberikan untuk uang Rupiah asli dan memenuhi persyaratan, antara lain kondisi fisik uang masih tersisa lebih dari dua pertiga ukuran aslinya, ciri-ciri keasliannya masih dapat dikenali, serta merupakan satu kesatuan atau dapat dibuktikan berasal dari satu lembar uang yang sama," jelas Kepala Perwakilan BI Tegal, Bimala.
Angka Rp1,51 miliar yang berhasil diganti menunjukkan bahwa mayoritas uang yang diajukan (98,05%) lolos verifikasi, namun penolakan tetap terjadi karena beberapa lembar tidak memenuhi kriteria fisik atau keaslian. Hal ini menegaskan bahwa BI menerapkan standar verifikasi tinggi untuk menjaga integritas Rupiah, sekaligus melindungi masyarakat dari potensi uang palsu. Bagi warga terdampak bencana, layanan ini menjadi jaring pengaman finansial yang penting, meskipun kenyataannya mereka tetap menanggung kerugian dari selisih uang yang tidak layak ganti.
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Total Uang Diajukan | Rp1.540.000.000 |
| Total Uang Diganti | Rp1.510.000.000 |
| Selisih Tidak Diganti | Rp30.000.000 (1,95%) |
Dampak dan Imbauan Bank Indonesia untuk Keamanan Finansial
Melalui kasus ini, BI kembali mengingatkan masyarakat agar menyimpan uang dan dokumen berharga di tempat yang aman untuk meminimalkan risiko kerusakan akibat banjir, kebakaran, atau bencana lain. Bimala mendorong pemanfaatan layanan perbankan sebagai sarana penyimpanan dana yang lebih terlindungi, serta optimalisasi instrumen non-tunai seperti transfer bank, uang elektronik, dan QRIS. "Layanan penukaran uang Rupiah rusak tersedia secara terbuka, mudah diakses, dan tidak dipungut biaya sepanjang memenuhi persyaratan. Melalui layanan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami hak dan tata cara penukaran uang rusak serta semakin peduli untuk menjaga dan merawat Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara," ujarnya.
Dari perspektif makro, layanan penukaran uang rusak—sekalipun gratis—tetap menjadi beban operasional BI. Namun, keberlanjutan program ini menunjukkan komitmen bank sentral dalam menjaga kepercayaan terhadap mata uang nasional. Di sisi lain, meningkatnya adopsi pembayaran digital diharapkan dapat menurunkan frekuensi kasus serupa di masa depan, sekaligus mempercepat inklusi keuangan di daerah rawan bencana seperti pesisir Batang.
Comments (0)