Ibas Kawal Program BPBL, Dorong Tak Ada Lagi Rumah Warga Tanpa Listrik
Beritadua.com, Jakarta — Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono yang akrab disapa Ibas, menegaskan komitmennya dalam mengawal Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) sebagai wujud nyata k
Beritadua.com, Jakarta — Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono yang akrab disapa Ibas, menegaskan komitmennya dalam mengawal Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam memenuhi hak dasar setiap warga negara. Politisi Partai Demokrat itu menekankan bahwa listrik bukan sekadar kebutuhan pokok, melainkan juga menjadi motor penggerak produktivitas, pendidikan, kesejahteraan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Pernyataan tersebut disampaikan Ibas saat melakukan peninjauan langsung pelaksanaan Program BPBL di wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Senin (6/7). Dalam kesempatan yang sama, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu juga menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan tema "Listrik untuk Semua: Program BPBL Menuju Terang dan Sejahtera". Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta para penerima manfaat program di Pacitan.
"Listrik bukan lagi sekadar penerangan di malam hari. Lebih dari itu, listrik adalah pintu gerbang menuju pendidikan yang lebih baik, akses informasi yang terbuka, peluang usaha yang lebih luas, dan pada akhirnya peningkatan taraf hidup masyarakat. Kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh rakyatnya,"
tegas Ibas di hadapan warga.
Sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII yang membawahi sejumlah wilayah termasuk Pacitan, Ibas menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan harus menjangkau hingga ke pelosok desa. Ia menolak adanya kesenjangan akses listrik antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami di lapangan, masih terdapat sejumlah titik di Pacitan yang membutuhkan perhatian serius terkait pemerataan jaringan listrik.
Ibas mendorong percepatan program BPBL agar target seluruh rumah tangga Indonesia teraliri listrik dapat tercapai dalam waktu dekat. "Jangan sampai masih ada rumah warga yang gelap gulita di malam hari. Ini bukan soal angka statistik, tapi soal keadilan dan kemanusiaan," ujarnya.
Mengawali sambutannya, putra Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono itu kembali menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perangkat desa, hingga seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama agar setiap persoalan masyarakat dapat diselesaikan secara tuntas dan berkelanjutan. "Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua pihak harus duduk bersama, merumuskan solusi, dan bergerak bersama," tambahnya.
Program BPBL sendiri merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan memberikan akses listrik gratis bagi rumah tangga tidak mampu yang belum teraliri listrik. Program ini menjadi salah satu instrumen penting dalam upaya pemerintah mencapai target rasio elektrifikasi nasional dan mewujudkan keadilan energi di seluruh pelosok Nusantara.
Dalam sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar bersamaan dengan peninjauan tersebut, Ibas juga mengingatkan warga tentang pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan. Ia mengaitkan semangat keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila dengan upaya pemerataan akses listrik sebagai hak dasar warga negara.
Masyarakat Pacitan yang hadir menyambut positif kunjungan kerja dan sosialisasi yang digelar Ibas. Mereka berharap program BPBL dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga yang hingga kini masih menanti hadirnya aliran listrik di rumah mereka. "Kami sangat berterima kasih atas perhatian Pak Ibas. Semoga ke depan tidak ada lagi warga kami yang hidup tanpa listrik," ungkap salah seorang penerima manfaat program BPBL kepada media kami.
Comments (0)