Harga Ayam di Peternak Ditetapkan Paling Murah Rp 19.500/Kg, Telur Rp 24.000

Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) resmi menetapkan harga acuan pembelian (HAP) untuk ayam ras hidup dan telur di tingkat peternak. Pengumuman disampaikan langsung oleh Wak

Jul 08, 2026 - 00:21
0 0
Harga Ayam di Peternak Ditetapkan Paling Murah Rp 19.500/Kg, Telur Rp 24.000

Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) resmi menetapkan harga acuan pembelian (HAP) untuk ayam ras hidup dan telur di tingkat peternak. Pengumuman disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2026). Melalui kebijakan ini, harga minimal ayam pedaging hidup atau livebird ditetapkan sebesar Rp 19.500 per kilogram, sedangkan telur ayam ras wajib dibeli dengan harga paling rendah Rp 24.000 per kilogram. Kedua ketentuan harga tersebut akan berlaku efektif mulai 15 Juli mendatang dan diharapkan mampu melindungi peternak dari kerugian akibat fluktuasi pasar yang tajam.

Landasan Keputusan Setelah Diskusi Panjang

Wakil Menteri Pertanian menegaskan bahwa angka minimal dalam HAP ini tidak muncul begitu saja. Sebelum diumumkan, Kementan menggelar serangkaian diskusi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan di industri perunggasan nasional. Pihak-pihak yang dilibatkan mencakup peternak ayam broiler, peternak ayam daging, peternak ayam pedaging, serta organisasi petani seperti Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Semua masukan dari para pelaku usaha menjadi pertimbangan utama sebelum angka final ditetapkan.

"Salah satu hasil keputusannya adalah mulai tanggal 15 Juli ini nanti harga live bird, harga ayam pedaging di semua peternak, kemudian dengan size apapun itu kita akan putuskan di harga Rp 19.500 per kilogram, minimal dan juga Rp 24.000 per kilogram untuk telur," ujar Sudaryono.

Dengan pernyataan tersebut, pemerintah memastikan bahwa ketentuan harga minimal berlaku seragam untuk semua ukuran ayam pedaging, tanpa kecuali. Langkah ini diharapkan mampu memberikan kepastian usaha dan pendapatan bagi peternak kecil hingga menengah yang selama ini sering menjadi korban utama anjloknya harga saat produksi melimpah.

Respons dan Tantangan di Lapangan

Sejumlah peternak yang hadir dalam diskusi menyambut positif penetapan HAP ini. Mereka menilai kebijakan tersebut ibarat jaring pengaman sosial yang bisa menahan dampak kerugian ketika harga jual ayam hidup tiba-tiba merosot di bawah ongkos produksi. Selama ini, peternak mandiri kerap terpaksa menjual ayam dengan harga rugi karena tidak memiliki posisi tawar yang kuat di rantai pasok.

Meski demikian, implementasi aturan ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Koordinasi antara peternak, distributor, dan pengecer menjadi kunci agar harga acuan tidak hanya berhenti di tingkat kandang, tetapi juga mendorong kestabilan di tingkat konsumen tanpa memicu lonjakan harga yang tidak wajar. Pemerintah daerah dan dinas terkait diharapkan ikut mengawasi jalannya kebijakan ini sehingga rantai distribusi di lapangan tetap adil bagi semua pihak.

Pemantauan Berkelanjutan

Kementan berkomitmen untuk terus memantau pergerakan harga ayam dan telur di pasar, terutama menjelang dan pasca tanggal 15 Juli. Evaluasi berkala akan dilakukan guna memastikan bahwa HAP yang telah ditetapkan benar-benar berjalan efektif dan tidak menimbulkan distorsi baru di sektor perunggasan. Jika diperlukan, penyesuaian harga acuan akan dilakukan berdasarkan kondisi riil di lapangan dan masukan dari para peternak.

Media kami akan terus mengawal perkembangan kebijakan ini. Laporan Beritadua.com akan menyajikan informasi terkini mengenai dampak HAP terhadap kesejahteraan peternak, dinamika harga di tingkat konsumen, serta respons para pelaku industri unggas di seluruh wilayah Indonesia. Dengan adanya HAP, pemerintah berharap iklim usaha perunggasan menjadi lebih sehat dan berkeadilan, bebas dari praktik permainan harga yang selama ini merugikan peternak kecil.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
arif-budianto

Editor Ekonomi. Editor analisis pasar dan bisnis.

Comments (0)

User